The post Neng Fitri Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Kekerasan di Lingkungan Pesantren appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>Dalam kegiatan yang melibatkan para pengasuh pesantren, musyrif-musyrifah, serta santri tersebut, Neng Fitri menekankan bahwa pesantren harus tetap menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan bagi para santri untuk belajar dan mengembangkan diri.
“Pesantren memiliki tradisi panjang dalam mendidik akhlak dan membentuk karakter generasi bangsa. Oleh karena itu, tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pesantren,” ujarnya.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Putri Audah tersebut, menjaga keamanan santri merupakan bagian dari menjaga kehormatan dan marwah pesantren. Ia menilai, kepercayaan masyarakat kepada pesantren harus dijaga dengan menghadirkan lingkungan pendidikan yang sehat, ramah anak, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Neng Fitri yang juga merupakan cucu Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah mengapresiasi inisiatif RMI PBNU yang menggelar Gerakan Nasional Pesantrenku Aman. Menurutnya, gerakan tersebut menjadi langkah penting untuk memahami kesadaran seluruh elemen pesantren mengenai perlindungan anak dan pencegahan kekerasan.
“Kita ingin seluruh santri merasa aman selama berada di pesantren. Mereka datang untuk menuntut ilmu, membangun masa depan, dan membentuk akhlak. Oleh karena itu, perlindungan terhadap santri harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti halaqah pengasuh pesantren, pelatihan bagi musyrif dan musyrifah, pelatihan santri, doa bersama, serta Deklarasi Pesantrenku Aman. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya KH Yahya Cholil Staquf, Nyai Alissa Wahid, KH Hodri Ariev, dan KH A. Mujib Imron.
Bagi Neng Fitri, upaya mewujudkan pesantren yang aman tidak cukup hanya melalui aturan tertulis. Yang tidak kalah pentingnya adalah membangun budaya saling menghormati, saling menjaga, dan saling mengingatkan di lingkungan pesantren.
“Pesantren harus menjadi rumah kedua yang membuat santri merasa terlindungi. Jika lingkungan pesantren aman dan sehat, insyaallah akan lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.
Melalui Gerakan Nasional Pesantrenku Aman, Neng Fitri berharap semakin banyak pesantren yang memperkuat sistem perlindungan santri sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan karakter terus terjaga.
“Menjaga santri bukan hanya tugas pengasuh, tetapi tanggung jawab kita semua. Karena masa depan bangsa juga sedang dipersiapkan di pesantren,” tutupnya.
The post Neng Fitri Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Kekerasan di Lingkungan Pesantren appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>