Pasuruan – Maraknya penggunaan rokok dan vape di kalangan pelajar mendapat perhatian serius dari Helmi Sudiono Fauzan, S.Pd, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) yang akrab disapa Bu Meme. Dalam kunjungan kerjanya ke sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Pasuruan, Bu Meme menyampaikan keprihatinannya dan menyerukan aksi kolektif untuk mencegah peredaran rokok dan vape di lingkungan pendidikan.
Menurut Bu Meme, rokok dan vape kini bukan hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga mengancam karakter dan masa depan generasi muda. Ia menyampaikan bahwa banyak pelajar terpapar vape karena kurangnya edukasi serta lemahnya pengawasan terhadap peredarannya.
“Ini bukan lagi masalah individu, tapi sudah jadi masalah sosial dan pendidikan. Pelajar harus dibekali dengan pemahaman tentang bahaya zat adiktif sejak dini,” tegas Bu Meme saat berdialog dengan para guru dan siswa.
Selain mengedukasi, Bu Meme juga mendorong sekolah-sekolah membentuk satgas atau tim pengawas internal untuk mengawasi penggunaan vape dan rokok di lingkungan sekolah. Ia menambahkan bahwa dukungan orang tua sangat penting, termasuk peran aktif masyarakat dalam mengawasi penjualan vape dan rokok, terutama di dekat sekolah.
Ia juga mendesak Pemkab Pasuruan dan Satpol PP untuk menindak tegas toko atau kios yang menjual vape kepada anak di bawah umur, sekaligus meminta dinas pendidikan dan kesehatan bersinergi dalam menggelar program edukasi bahaya rokok dan vape secara berkala.
“Saya mendorong agar ada regulasi daerah atau peraturan sekolah yang lebih tegas. Termasuk alokasi anggaran untuk kampanye hidup sehat di kalangan pelajar,” ujar Bu Meme.
Dari sisi legislatif, Bu Meme menyatakan siap memperjuangkan anggaran maupun kebijakan yang mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan zat adiktif di sekolah.
