Pasuruan – Mustasyar Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pasuruan sekaligus Pj. Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Maksum Hasyim, meminta seluruh kader PKB untuk menjaga arah perjuangan partai agar tetap konsisten pada nilai keulamaan dan kebangsaan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Turun ke Bawah (TURBA) Daerah Pemilihan (Dapil) II PKB Kabupaten Pasuruan yang digelar di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Ahad (18/1).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dihadiri jajaran pengurus DPC PKB, kader struktural, serta simpatisan PKB dari wilayah Dapil II Kabupaten Pasuruan. TURBA menjadi bagian dari agenda konsolidasi partai untuk memperkuat soliditas kader sekaligus menyerap aspirasi di tingkat akar rumput.
Dalam pengarahannya, KH. Maksum Hasyim menegaskan bahwa PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dan memiliki keterikatan historis yang kuat dengan para kiai dan ulama. Menurutnya, hubungan tersebut bukan sekadar catatan sejarah, melainkan fondasi ideologis yang harus terus dijaga oleh seluruh kader partai.
“PKB adalah partai santri yang lahir dari NU. Karena itu, kader PKB harus memahami jati diri partai dan menjaga arah perjuangannya agar tidak melenceng dari nilai-nilai awal,” ujar KH. Maksum Hasyim di hadapan peserta kegiatan.
Ia menilai, menjaga konsistensi ideologis merupakan tantangan penting dalam dinamika politik yang terus berubah. Menurutnya, partai politik berpotensi kehilangan orientasi apabila hanya mengejar kepentingan jangka pendek tanpa pijakan nilai dan prinsip yang jelas.
Maksum Hasyim menekankan bahwa politik yang dijalankan PKB harus berpijak pada ilmu, adab, dan kebijaksanaan sebagaimana diajarkan para ulama. Ia menyebut tradisi keilmuan pesantren dan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai sumber nilai yang membentuk sikap politik yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Para ulama telah memberikan pedoman bagaimana mengelola kehidupan, organisasi, hingga negara dengan ilmu dan kebijaksanaan. Nilai-nilai itu seharusnya menjadi pegangan dalam menjalankan amanah politik,” katanya.
Menurut KH. Maksum, keterlibatan ulama dalam PKB merupakan keniscayaan ideologis. Ia menilai ulama memiliki peran penting dalam menjaga moralitas dan arah perjuangan politik agar tetap sejalan dengan kepentingan umat dan bangsa.
Ia juga mengingatkan kader PKB agar tidak memisahkan perjuangan politik dari komitmen kebangsaan. Bagi KH. Maksum, nilai keislaman dan kebangsaan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam konteks kehidupan bernegara di Indonesia.
Lebih lanjut, KH. Maksum Hasyim mengajak seluruh kader PKB untuk menjadikan partai sebagai alat pengabdian, bukan semata kendaraan politik elektoral. Ia menekankan pentingnya menjaga militansi, etika politik, serta kedekatan dengan masyarakat sebagai ciri khas perjuangan PKB.
Kegiatan TURBA Dapil II ini merupakan bagian dari rangkaian agenda DPC PKB Kabupaten Pasuruan dalam memperkuat konsolidasi internal partai menjelang agenda-agenda politik ke depan. Selain pengarahan ideologis, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pengurus partai dan kader di tingkat bawah.
Melalui kegiatan ini, DPC PKB Kabupaten Pasuruan berharap kader semakin memahami jati diri dan arah perjuangan partai, sekaligus memperkuat peran PKB sebagai kekuatan politik yang menjembatani nilai keislaman, keulamaan, dan kebangsaan dalam pembangunan daerah maupun nasional.
