Pasuruan, 8 Februari 2026 – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan turun ke basis (Turba) Daerah Pemilihan (Dapil) V di Caffee Pondok Bromo, Dusun Sawiran, Desa Dawuhan Sengon, Kecamatan Purwodadi, Ahad (8/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus dialog langsung dengan kader dan masyarakat.
Mustasyar DPC PKB Kabupaten Pasuruan, K.H. Yazid Manan, menegaskan bahwa politik santri tidak boleh dipahami sebatas perebutan kekuasaan. Menurutnya, politik harus menjadi sarana ikhtiar untuk menghadirkan kemaslahatan dan keadilan bagi masyarakat.
“Politik santri bukan sekadar soal jabatan dan kekuasaan. Politik adalah jalan ikhtiar untuk keselamatan dunia dan akhirat, serta keberpihakan kepada rakyat kecil,” ujar K.H. Yazid Manan dalam sambutannya.
Kegiatan turba ini dihadiri kader PKB, tokoh masyarakat, serta kalangan santri. Suasana diskusi berlangsung hangat dengan berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan, mulai dari persoalan pendidikan, kesejahteraan petani, hingga penguatan ekonomi mikro di tingkat desa.
Para kader PKB menyampaikan bahwa turba menjadi momentum penting untuk mendengar langsung suara masyarakat. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan perumusan program dan kebijakan partai ke depan.
Salah satu santri yang hadir mengungkapkan bahwa keterlibatan santri dalam politik harus didasari nilai moral dan spiritual. “Santri harus hadir di politik dengan niat ibadah dan pengabdian, bukan sekadar ambisi duniawi,” katanya.
Selain dialog, kegiatan juga diisi dengan silaturahmi dan foto bersama. K.H. Yazid Manan menambahkan bahwa PKB sebagai partai yang lahir dari tradisi pesantren harus terus menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam setiap langkah perjuangan politik.
“PKB lahir dari pesantren. Maka politik PKB harus membawa rahmat, menyejahterakan rakyat, dan tetap berpijak pada nilai spiritual,” pungkasnya.
