Pasuruan — Suasana khidmat menyelimuti rangkaian Pelantikan dan Musyawarah Kerja (Musker) PCNU Kota Pasuruan yang digelar di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah. Di tengah agenda tersebut, perhatian hadirin tertuju pada momen penyerahan penghargaan kepada Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I, yang akrab disapa Neng Fitri.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, di hadapan para kiai, jajaran pengurus, serta tamu undangan. Tepuk tangan mengiringi langkah Neng Fitri saat menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Neng Fitri dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan, sekaligus memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Kiprahnya dinilai konsisten, terutama dalam mendorong program-program yang langsung menyentuh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan penting tentang menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan para pendiri NU, termasuk sang kakek, Wahab Hasbullah. Menurutnya, pengabdian di NU bukan sekadar aktivitas organisasi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral.
“NU ini dibangun dengan perjuangan panjang para ulama. Tugas kita hari ini adalah merawatnya, menjaga semangatnya, dan memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan umat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan ke depan yang semakin kompleks. Perubahan sosial yang cepat menuntut kader NU untuk mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi pijakan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa kekuatan NU terletak pada gerakan di tingkat akar rumput. Ia menyebut peran kader di daerah menjadi kunci dalam menjaga eksistensi dan relevansi organisasi di tengah masyarakat.
Pelantikan pengurus PCNU Kota Pasuruan menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru. Forum Musker yang digelar setelahnya dimanfaatkan untuk menyusun arah program kerja, mulai dari penguatan pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Acara berlangsung sederhana namun penuh makna. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir dengan penuh perhatian. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pelantikan, tetapi juga penguatan komitmen bersama dalam melanjutkan khidmat kepada umat.
Bagi Neng Fitri, penghargaan tersebut bukanlah akhir, melainkan pengingat untuk terus berkontribusi. “Selama masih diberi kesempatan, saya ingin tetap berkhidmat,” tuturnya.
