PASURUAN — Musyawarah Anak Cabang (MUSANCAB) Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, menjadi forum untuk menyatukan pandangan mengenai arah kerja organisasi di tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad, 9 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian konsolidasi DPAC PKB di Kabupaten Pasuruan.
MUSANCAB Rembang tidak hanya menjadi ruang pembahasan mengenai kepengurusan. Forum tersebut juga mempertemukan unsur DPAC dan ranting untuk melihat kebutuhan organisasi dari tingkat kecamatan hingga desa, sekaligus mencari titik temu mengenai langkah yang perlu dijalankan setelah musyawarah.
Sebanyak 96 peserta mengikuti MUSANCAB Rembang. Peserta terdiri atas 11 orang dari unsur DPAC dan 85 orang dari 17 ranting, dengan masing-masing ranting mengirimkan lima peserta.
Sidang dipimpin Dra. Nur Laila, S.Pd. sebagai ketua sidang dan H. Mashuda Hidayatulloh, S.E. sebagai sekretaris. Proses musyawarah diarahkan agar pembahasan berlangsung tertib dan memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan.
Kehadiran unsur ranting menjadi salah satu bagian penting dalam forum tersebut. Ranting merupakan struktur yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga komunikasi antara tingkat kecamatan dan desa menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan kerja organisasi.
Dalam proses musyawarah, perbedaan pandangan merupakan bagian yang wajar. Yang lebih penting adalah bagaimana berbagai pandangan tersebut dapat dipertemukan melalui mekanisme yang disepakati bersama. Prinsip inilah yang menjadikan MUSANCAB bukan sekadar forum formal, melainkan sarana untuk membangun kesepahaman organisasi.
Semangat tersebut sejalan dengan prinsip al-syura dalam Mabda’ Siyasi PKB, yakni musyawarah sebagai salah satu cara menyelesaikan persoalan secara bersama. Pengambilan keputusan melalui forum juga menuntut adanya tanggung jawab untuk melaksanakan hasil yang telah disepakati.
Selain persoalan struktur, arah kerja organisasi juga berkaitan dengan kemampuan kader membangun komunikasi dengan masyarakat. Nilai kerakyatan tidak cukup berhenti sebagai gagasan, tetapi perlu diterjemahkan melalui kerja organisasi yang memahami persoalan warga di tingkat lokal.
Karena itu, hasil MUSANCAB Rembang akan memiliki arti apabila diteruskan dengan koordinasi yang konsisten. Pengurus DPAC perlu memastikan komunikasi dengan 17 ranting tetap berjalan dan setiap unsur memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.
Konsolidasi juga menjadi bagian dari proses menyiapkan organisasi menghadapi agenda yang lebih panjang. Struktur yang solid membutuhkan kepemimpinan yang mampu bekerja secara kolektif, sementara kader di tingkat ranting membutuhkan ruang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi.
MUSANCAB DPAC PKB Rembang akhirnya bukan sekadar pertemuan satu hari. Forum tersebut menjadi proses untuk mempertemukan berbagai pandangan, menyusun kesepahaman, dan menentukan langkah organisasi secara bersama.
Setelah musyawarah selesai, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa titik temu yang telah dibangun dapat diwujudkan dalam kerja nyata. Konsistensi menjalankan keputusan, menjaga komunikasi, dan memperkuat hubungan dengan masyarakat akan menjadi ukuran keberlanjutan hasil MUSANCAB PKB Rembang.
