PASURUAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) musibah di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, menjadi pengingat pentingnya memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan. Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan, HM Yusuf Daniyal, bersama Ketua Badan Persaudaraan Antariman (BERANI) Kabupaten Pasuruan, Etwin Oktavianus Tampanguma, menyampaikan takziah dan belasungkawa atas gugurnya relawan dan petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
Penyampaian takziah ini menjadi wujud kepedulian terhadap para korban sekaligus dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Di tengah musibah, solidaritas dan empati menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan antarmanusia tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun golongan.
HM Yusuf Daniyal menempatkan kepedulian terhadap sesama sebagai nilai yang perlu terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. Musibah yang menimpa para relawan dan petugas karhutla tidak hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya saling mendukung ketika menghadapi situasi sulit.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai persaudaraan yang dibawa Badan Persaudaraan Antariman (BERANI), badan otonom Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). BERANI fokus pada penguatan hubungan antariman, penghormatan terhadap perbedaan keyakinan, serta upaya merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam konteks ini, toleransi tidak sebatas menghormati perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. Toleransi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap mereka yang sedang berduka, kesediaan memberikan dukungan, serta semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan kemanusiaan.
Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar, turut menyampaikan pesan belasungkawa melalui poster resmi PKB. Ia berharap amal ibadah para korban diterima oleh Allah SWT, segala kesalahan diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Selain menyampaikan doa bagi para korban, peristiwa ini menjadi mengingatkan pentingnya keselamatan rekan dan petugas dalam menjalankan tugas penanganan bencana. Kesiapsiagaan, koordinasi, dan perlindungan terhadap personel perlu menjadi perhatian dalam setiap upaya penanggulangan karhutla.
Melalui momentum duka ini, kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Persaudaraan, toleransi, dan solidaritas kemanusiaan menjadi nilai penting untuk menjaga kerukunan sekaligus memperkuat semangat saling membantu di tengah keberagaman.
