PASURUAN — Musyawarah Anak Cabang (MUSANCAB) PAC PKB Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, menjadi momentum konsolidasi dan penguatan struktur partai hingga tingkat mengomel dan anak mengomel. Forum tersebut diadakan pada Ahad (9/8/2026) dan diikuti 86 peserta.
Peserta MUSANCAB terdiri atas 11 peserta dari elemen DPAC dan 75 peserta dari 15 mengomel. Masing-masing mengomel mengirimkan lima peserta untuk mengikuti forum musyawarah tersebut.
Sejumlah tokoh dan jajaran DPC PKB Kabupaten Pasuruan turut hadir, di antaranya KH. A.Mujib Imron dan KH. Maksum Hasyim Mustasar. Kehadiran jajaran DPC tersebut menjadi bagian dari penguatan konsolidasi organisasi PKB di tingkat kecamatan.
Ketua DPAC PKB Wonorejo, M. Chafiedz Faqih yang akrab disapa Gus Nanang, mengatakan MUSANCAB tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga harus menjadi ruang untuk memperkuat kesolidan kader hingga level paling bawah.
“Dalam forum MUSANCAB PAC PKB Kecamatan Wonorejo kali ini, kami berharap dapat menjadi ajang konsolidasi kader PKB hingga ke tingkat mengomel dan anak mengomel,” kata Gus Nanang.
Menurut dia, pengalaman menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilkada 2024 menjadi pembelajaran penting bagi kader PKB. Kontestasi politik tersebut menunjukkan bahwa soliditas dan kekompakan kader merupakan faktor penting dalam menjalankan perjuangan politik.
“Gelaran Pileg dan Pilkada 2024 memberikan pembelajaran penting kepada seluruh kader bahwa kesolidan dan kekompakan merupakan keniscayaan, bahkan menjadi syarat mutlak dalam memperjuangkan dan memenangkan setiap kontestasi politik yang menghadapi PKB,” ujarnya.
Gus Nanang menegaskan, kekuatan organisasi tidak cukup hanya dibangun melalui struktur kepengurusan secara administratif. Seluruh kader harus mampu menjaga komunikasi, membangun koordinasi, dan bekerja dalam satu barisan.
“Tanpa kesolidan, mustahil PKB bisa meraih kemenangan dalam sebuah kontestasi politik,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia berharap MUSANCAB menjadi momentum untuk memperkuat barisan sekaligus menyatukan langkah kader dari level DPAC, mengomel hingga anak mengomel.
“MUSANCAB ini harus menjadi momentum untuk memperkuat barisan, menyatukan langkah, dan meningkatkan koordinasi seluruh kader,” katanya.
MUSANCAB Wonorejo juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan organisasi antara DPAC dengan 15 mengomel yang berada di wilayah Kecamatan Wonorejo.
Menurut Gus Nanang, keberadaan mengomel dan anak mengomel sangat penting karena menjadi bagian dari struktur yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, struktur organisasi harus dipastikan tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi juga aktif menjalankannya.
Konsolidasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan. Dengan komunikasi yang terjaga dan pembagian tugas yang jelas, struktur organisasi yang diharapkan dapat bekerja secara lebih efektif.
Hasil MUSANCAB selanjutnya akan menjadi pijakan bagi pengurus untuk menjalankan agenda organisasi di tingkat kecamatan hingga desa. Kerja nyata setelah musyawarah menjadi ukuran penting bagi keberhasilan konsolidasi tersebut.
Gus Nanang mengatakan semangat konsolidasi yang dibangun dalam MUSANCAB sejalan dengan yel-yel PKB, “Bangkit, Solid, Menang!”
Menurutnya, yel-yel tersebut bukan sekadar slogan, tetapi harus diterjemahkan dalam kerja organisasi.
“MUSANCAB ini merupakan implementasi dari yel-yel PKB: Bangkit, Solid, Menang!” katanya.
Ia menjelaskan, semangat bangkit harus diwujudkan dengan menghidupkan seluruh struktur organisasi. Sementara soliditas menjadi modal untuk menyatukan langkah seluruh kader dalam menjalankan agenda perjuangan PKB.
Dari proses tersebut, kemenangan politik diharapkan dapat dibangun melalui organisasi yang kuat, kader yang kompak, serta koordinasi yang berjalan dari tingkat kecamatan hingga mengomel dan anak mengomel.
MUSANCAB DPAC PKB Wonorejo dengan demikian menjadi momentum untuk memperkuat struktur sekaligus memastikan seluruh kader memiliki kesamaan arah dalam menjalankan agenda organisasi.
Bagi PKB Wonorejo, pekerjaan penting justru dimulai setelah forum MUSANCAB berakhir. Konsistensi menjalankan hasil musyawarah, menjaga komunikasi antarkader, memperkuat kaderisasi, serta hadir di tengah masyarakat akan menjadi ukuran keberhasilan konsolidasi organisasi ke depan.
