PASURUAN — Musyawarah Anak Cabang (MUSANCAB) Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, menjadi momentum memperkuat arah organisasi sekaligus menjaga kesinambungan antara kerja struktural dan nilai perjuangan partai. Kegiatan tersebut digelar pada Ahad, 9 Agustus 2026.
MUSANCAB Pohjentrek mendapat perhatian dengan hadirnya Wakil Ketua Dewan Syura PKB, Mukhammad Saeri Abdul Jalil. Kehadiran unsur Dewan Syura tersebut memberi penekanan bahwa penguatan organisasi tidak hanya menyangkut struktur kepengurusan, tetapi juga menyentuh nilai, tanggung jawab, dan orientasi perjuangan.
Forum musyawarah diikuti 56 peserta, terdiri atas 11 peserta dari unsur DPAC dan 45 peserta dari 9 ranting. Keterlibatan jajaran ranting menjadi bagian penting karena struktur di tingkat desa memiliki posisi yang dekat dengan masyarakat.
Sidang MUSANCAB dipimpin Dra. Nur Laila, S.Pd. sebagai ketua sidang dan H. Mashuda Hidayatulloh, S.E. sebagai sekretaris. Proses persidangan berlangsung melalui mekanisme musyawarah dengan agenda yang berkaitan dengan keberlangsungan organisasi di tingkat kecamatan.
Kehadiran Dewan Syura dalam forum tersebut menjadi pengingat bahwa kerja politik membutuhkan pijakan nilai. Bagi PKB, politik tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga bagaimana kekuasaan dipahami sebagai amanah yang harus digunakan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Prinsip tersebut memiliki hubungan erat dengan Mabda’ Siyasi PKB, yang menempatkan nilai seperti al-shidqu atau kejujuran, al-amanah atau amanah, al-‘adalah atau keadilan, al-ta’awun atau tolong-menolong, serta al-syura atau musyawarah sebagai bagian dari prinsip perjuangan organisasi.
Dalam konteks Pohjentrek, nilai tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerja organisasi yang nyata. Struktur DPAC dan ranting tidak hanya dituntut mampu menjalankan agenda internal, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat dan memahami persoalan yang berkembang di tingkat lokal.
MUSANCAB juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarelemen organisasi. Keberadaan sembilan ranting dalam forum menunjukkan bahwa kerja DPAC membutuhkan koordinasi berjenjang agar kebijakan dan keputusan organisasi dapat diteruskan secara efektif hingga tingkat desa.
Di tengah perubahan sosial dan politik, tantangan organisasi bukan hanya mempertahankan struktur yang sudah ada. Kader juga dituntut mampu beradaptasi, membangun komunikasi yang terbuka, serta menjaga hubungan dengan masyarakat tanpa kehilangan pijakan nilai yang menjadi identitas perjuangan.
Setelah MUSANCAB berakhir, hasil forum perlu diterjemahkan ke dalam kerja konkret. Penguatan koordinasi, pembinaan kader, komunikasi dengan ranting, serta pelaksanaan keputusan musyawarah menjadi pekerjaan lanjutan yang menentukan keberhasilan konsolidasi.
MUSANCAB DPAC PKB Pohjentrek dengan demikian tidak berhenti sebagai agenda organisasi. Kehadiran unsur Dewan Syura sekaligus memperkuat pesan bahwa penataan struktur harus berjalan beriringan dengan penjagaan nilai dan orientasi perjuangan.
Bagi PKB Pohjentrek, keberhasilan konsolidasi pada akhirnya akan terlihat dari kemampuan kepengurusan menjaga amanah, membangun kerja kolektif, dan menghadirkan organisasi yang dekat dengan masyarakat.
