PASURUAN, Jawa Timur — Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB, mendorong masyarakat aktif berpartisipasi dalam Gerakan Nusantara Menanam. Inisiatif ini digagas oleh DPC PKB Kabupaten Pasuruan dan digelar di kawasan Perhutani, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, sebagai bentuk nyata politik hijau dan mitigasi bencana.
Neng Fitri memberikan apresiasi tinggi kepada DPC PKB Pasuruan atas langkah nyata menjaga lingkungan. “Langkah DPC PKB menanam pohon bukan sekadar simbol kepedulian, tetapi bukti nyata bahwa politik bisa berpihak pada alam dan rakyat. Mitigasi bencana dimulai dari tindakan kecil yang konsisten, dilakukan bersama masyarakat,” ujar Neng Fitri, sapaan akrabnya.
Ia menekankan bahwa setiap pohon yang ditanam memiliki makna strategis. “Menanam pohon berarti menanam harapan. Harapan akan lingkungan yang sehat, masyarakat aman dari bencana, dan generasi mendatang yang bisa hidup selaras dengan alam. Jika kita menjaga bumi, bumi akan menjaga kita,” tegasnya.
Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin, menambahkan bahwa gerakan lingkungan PKB tidak hanya bergerak lewat regulasi, tapi juga menyentuh masyarakat secara langsung. “Kami tidak hanya bergerak di struktural, tapi juga di masyarakat. Undang-undang dan peraturan saja tidak cukup, sehingga gerakan lingkungan harus menyentuh rakyat secara nyata,” kata Gus Imin.
Neng Fitri menyoroti dampak luas bencana alam, khususnya bagi kelompok rentan seperti petani dan warga di daerah rawan bencana. “Bencana tidak memilih siapa yang terdampak, tapi masyarakat kecil yang pertama merasakannya. Karena itu, mitigasi bencana harus menjadi bagian dari setiap kebijakan pembangunan,” jelasnya.
Legislator yang membidangi kesejahteraan rakyat ini mendorong agar gerakan ini dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program penanggulangan bencana daerah. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, dan warga menjadi kunci keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan konsistensi dan partisipasi aktif masyarakat, Gerakan Nusantara Menanam diharapkan tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di masa depan.
Neng Fitri menutup pesannya dengan ajakan inspiratif: “Mitigasi bencana dimulai dari tangan kita sendiri. Setiap pohon yang kita tanam adalah investasi untuk generasi mendatang, dan bukti nyata bahwa politik dan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan.”
