Pasuruan – Dewan Syura DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menegaskan bahwa petani memegang peran strategis dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan bangsa. Tanpa petani yang mandiri dan berdaulat, ketahanan pangan nasional dinilai akan rapuh dan mudah terguncang.
Penegasan tersebut disampaikan KH. Suadi Abu Amar, Pengasuh Pondok Pesantren Ar Raudloh Tambakrejo Pasrepan, saat menghadiri kegiatan Panen Padi Mentik Susu Probiotik yang digelar Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, sektor pertanian tidak bisa dipandang sekadar sebagai urusan teknis produksi, melainkan menyangkut masa depan bangsa.
Gus Suadi A.A menyampaikan dawuh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang menegaskan bahwa petani adalah benteng terakhir bagi pertahanan negeri. Dawuh tersebut, kata dia, menjadi landasan moral dan ideologis bahwa keberpihakan terhadap petani merupakan bagian dari menjaga kedaulatan bangsa.
“Dawuh Hadratussyaikh sangat jelas, petani adalah benteng terakhir pertahanan negeri. Jika petani dilemahkan, maka ketahanan bangsa ikut melemah. Karena itu, petani harus dimandirikan melalui kebijakan yang adil dan berpihak,” ujar Gus Suadi A.A
Ia menilai, praktik pertanian probiotik yang diterapkan pada padi Mentik Susu menjadi contoh konkret ikhtiar kemandirian petani. Selain menekan biaya produksi, pendekatan ini menjaga kesuburan tanah dan menghasilkan panen yang sehat serta berkelanjutan. Model tersebut dinilai sejalan dengan prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
Menurut Gus Suadi A.A, ketergantungan petani pada pupuk kimia dan sistem pertanian yang eksploitatif justru memperlemah posisi petani dalam jangka panjang. Karena itu, perubahan arah kebijakan pertanian menjadi kebutuhan mendesak agar petani tidak terus terjebak dalam lingkaran ketergantungan.
“Pertanian yang sehat adalah pertanian yang memerdekakan petani. Negara dan pemerintah daerah harus hadir memastikan kebijakan pertanian tidak merugikan petani kecil,” lanjutnya.
Sementara itu, LPPNU Kabupaten Pasuruan menyampaikan bahwa pendampingan pertanian probiotik merupakan bagian dari khidmah Nahdlatul Ulama dalam menjaga kemaslahatan umat melalui sektor pangan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai keberlanjutan.
Dewan Syura DPW PKB Jawa Timur menegaskan bahwa perjuangan membela petani bukan sekadar agenda sektoral, melainkan bagian dari jalan ideologis PKB dalam merawat kedaulatan bangsa. Bagi PKB, politik pangan adalah politik keberpihakan kepada wong cilik, dan kemandirian petani merupakan syarat utama tegaknya ketahanan nasional. Selama petani berdiri di atas kakinya sendiri, selama itu pula bangsa Indonesia tetap tegak dan berdaulat.
