Ning Fitri: Khidmah kepada NU Menjadi Ruh Perjuangan Politik PKB

Spread the love

Pasuruan – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I atau Ning Fitri, menegaskan bahwa khidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ruh utama dalam setiap kerja dan perjuangan politik yang dijalaninya. Bagi Ning Fitri, politik tidak semata soal kekuasaan, melainkan sarana pengabdian untuk memperkuat jam’iyah dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

Sebagai cucu salah satu pendiri NU, KH. Wahab Chasbulloh, Ning Fitri menilai bahwa garis sejarah tersebut bukan untuk dibanggakan secara simbolik, melainkan untuk dijaga melalui kerja nyata. Ia menyebut, nilai-nilai perjuangan para pendiri NU harus diterjemahkan ke dalam kebijakan publik yang berpihak kepada masyarakat, khususnya warga nahdliyin.

“Khidmah kepada NU bukan slogan. Ini amanah sejarah. Politik harus menjadi alat untuk memperjuangkan kepentingan umat, bukan sebaliknya,” ujar Ning Fitri saat kegiatan Turun ke Bawah (Turba) DPC PKB Kabupaten Pasuruan di Kecamatan Nguling, Ahad (25/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ning Fitri menekankan pentingnya penguatan kelembagaan NU di tingkat akar rumput. Menurutnya, struktur NU di kecamatan hingga desa merupakan tulang punggung gerakan sosial-keagamaan yang selama ini berkontribusi besar menjaga harmoni masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pembangunan kantor-kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU menjadi bagian dari komitmen politik yang ia kawal.

“Kantor MWC NU bukan sekadar bangunan. Itu pusat penggerak kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan warga NU. Jika strukturnya kuat, maka NU akan semakin mandiri,” jelasnya.

Selain penguatan organisasi, Ning Fitri juga menyoroti hadirnya Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Pasuruan yang dijadwalkan diresmikan pada 26 Januari 2026. Menurutnya, RSNU merupakan wujud nyata dari sinergi nilai keagamaan dan kebijakan publik yang berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.

“RSNU adalah simbol keberpihakan. NU tidak hanya bicara soal dakwah dan pendidikan, tetapi juga pelayanan kesehatan yang layak, terjangkau, dan bermartabat bagi umat,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat di DPRD Jawa Timur, Ning Fitri menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan anggaran dan regulasi yang mendukung pesantren, madrasah, serta lembaga sosial dan kesehatan milik NU. Ia menyebut, keberpihakan terhadap NU harus diwujudkan secara sistematis melalui kebijakan, bukan sekadar retorika politik.

Lebih jauh, Ning Fitri menilai bahwa masyarakat saat ini semakin kritis dalam menilai kinerja wakil rakyat. Kepercayaan publik, menurutnya, hanya bisa dibangun melalui konsistensi antara ucapan dan tindakan. Oleh karena itu, ia memilih pendekatan politik yang membumi dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Politik yang baik adalah politik yang dirasakan manfaatnya. Ketika umat merasakan kehadiran negara melalui kebijakan yang adil, di situlah kepercayaan tumbuh,” ujarnya.

Ning Fitri berharap, semangat khidmah dapat terus menjadi landasan perjuangan politik, khususnya bagi kader-kader muda. Ia menekankan bahwa kekuatan NU dan demokrasi akan terjaga apabila politik dijalankan dengan etika, ketulusan, dan orientasi pada kemaslahatan umat.

“Khidmah adalah napas perjuangan. Selama politik dijalankan dengan niat melayani, saya yakin NU akan terus menjadi kekuatan moral dan sosial bagi bangsa,” pungkasnya.

Tim Redaksi I

Learn More →