Pasuruan – Ketua Dewan Syura DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pasuruan, KH. Mujtaba A.S., menegaskan bahwa kekuatan partai dalam menghadapi dinamika politik sangat ditentukan oleh kesiapan dan kekompakan struktur organisasi. Tanpa konsolidasi yang rapi dan disiplin, menurutnya, sulit berharap capaian politik yang maksimal.
Ia menilai kemenangan politik bukanlah proses instan. Dibutuhkan kerja yang terencana, berjenjang, dan melibatkan seluruh elemen partai, mulai dari tingkat DPC, PAC, ranting, hingga basis akar rumput.
“Mesin partai hanya akan berjalan optimal jika seluruh struktur siap dan bergerak bersama. Ketika barisan solid, daya tempur partai akan terbentuk dengan sendirinya,” ujar KH. Mujtaba.
Menurutnya, struktur kepengurusan tidak boleh dipahami sebatas formalitas administratif. Lebih dari itu, struktur merupakan alat konsolidasi sekaligus penggerak kerja-kerja elektoral yang harus hadir dan aktif di tengah masyarakat. Struktur yang pasif, justru berpotensi melemahkan kekuatan partai.
“Kalau struktur tidak bergerak, itu menjadi beban. Karena itu, konsolidasi harus dipercepat dan dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.
Dalam konteks internal partai, KH. Mujtaba juga menekankan pentingnya disiplin organisasi dan kepatuhan terhadap garis komando. Ia mengingatkan bahwa keputusan partai, khususnya yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, harus menjadi rujukan bersama agar seluruh kekuatan bergerak dalam satu irama.
“Tanpa disiplin dan satu komando, konsolidasi tidak akan efektif. PKB harus berdiri dalam satu barisan,” katanya.
Sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), ia menegaskan bahwa kerja konsolidasi harus tetap berlandaskan nilai khidmah dan tanggung jawab moral kepada umat. Namun nilai tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui kerja organisasi yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
“Khidmah bukan hanya jargon. Ia harus diterjemahkan dalam kerja politik yang terstruktur dan konsisten,” ujarnya.
KH. Mujtaba juga mengingatkan bahwa konsolidasi tidak boleh bersifat musiman. Struktur PKB harus aktif sepanjang waktu, bukan hanya bergerak menjelang momentum pemilu.
“Partai yang kuat adalah partai yang bekerja setiap hari, bukan hanya saat kontestasi,” tambahnya.
Ia menilai tantangan politik ke depan akan semakin kompetitif. Karena itu, PKB dituntut memiliki kesiapan organisasi yang matang, basis yang terus dirawat, serta struktur yang mampu bergerak cepat dan terkoordinasi.
Sebagai Ketua Dewan Syura, KH. Mujtaba A.S. menegaskan komitmennya untuk terus mengawal arah perjuangan PKB agar tetap berada di jalur ideologis Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus siap menghadapi pertarungan politik secara bermartabat.
“Jika struktur rapi, barisan solid, dan kader bergerak bersama rakyat, PKB akan memiliki kekuatan yang siap menghadapi kontestasi apa pun,” pungkasnya.
