Pasuruan – Dalam rangka memperkuat peran perempuan di sektor pendidikan, Perkumpulan Cendekia Bumi Maslahat menggelar Sarasehan Pendidikan bertema “Peran Perempuan dalam Dunia Pendidikan” pada Sabtu, 19 April 2025. Acara ini berlangsung di Kantor Muslimat NU Kabupaten Pasuruan dan dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, aktivis perempuan, hingga para santri dan pelajar.
Sarasehan ini menghadirkan dua narasumber utama. Yang pertama adalah aspirator sekaligus tokoh perempuan Nahdlatul Ulama, Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I atau yang akrab disapa Ning Fitri. Dalam paparannya, Ning Fitri menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan sebagai pilar peradaban dan kemajuan bangsa. “Ketika perempuan cerdas, maka keluarga dan masyarakat juga akan cerdas,” ungkap Ning Fitri di hadapan peserta.
Pemateri kedua, Humiati, SH., M.Hum, yang merupakan dosen Universitas Merdeka Pasuruan, menyoroti dari aspek hukum dan sosial. Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan dan bahkan menjadi agen perubahan di berbagai lini kehidupan. “Pendidikan adalah alat emansipasi, dan perempuan harus berada di garda terdepan,” jelas Humiati.
Sarasehan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung aktif dan dinamis. Para peserta menyampaikan aspirasi, pengalaman, serta ide-ide baru untuk mendorong peran perempuan dalam bidang pendidikan, khususnya di wilayah Pasuruan.
Ketua panitia penyelenggara menyatakan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digelar secara rutin untuk memberikan ruang dialog dan penguatan kapasitas perempuan di berbagai bidang. “Kami ingin perempuan-perempuan Pasuruan bisa menjadi pelopor perubahan positif,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya sarasehan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang termotivasi untuk mengambil peran strategis dalam dunia pendidikan, baik sebagai pendidik, penggerak masyarakat, maupun pembuat kebijakan.
