Wakil Ketua Umum PKB: Negara Tak Boleh Tolerir Aksi Tidak Bermoral di Dunia Medis

Spread the love

PKB Pasuruan – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh oknum dokter di wilayah Bandung dan Garut. Dalam pernyataannya, Cucun menekankan bahwa negara tidak boleh dan tidak akan pernah mentolerir tindakan tidak bermoral dalam profesi kedokteran.

Cucun mengingatkan pentingnya menjaga etika dan moralitas dalam menjalankan profesi, terutama bagi para dokter yang setiap harinya bersentuhan langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang dan jenis kelamin. Ia menegaskan bahwa seorang dokter, apapun jenis kelaminnya, wajib menjaga sikap profesional ketika menangani pasien, termasuk pasien lawan jenis.

“Negara tidak boleh mentolerir, semua penegak hukum juga harus terus mengawasi. Karena apa, profesi seorang dokter ini berhadapan dengan masyarakat berjenis kelamin apapun, dokter laki-laki juga mengurusi pasien perempuan. Nah ini berbahaya kalau misalnya para dokter tidak punya moral, tidak punya etika,” ujar Cucun.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga mengajak seluruh pihak, terutama institusi pendidikan dan organisasi profesi, untuk lebih serius dalam membina dan mengawasi para tenaga kesehatan. Ia menyebut bahwa pelanggaran etika profesi bisa berdampak sangat besar terhadap kepercayaan publik dan keselamatan pasien.

Selain itu, Cucun juga menekankan pentingnya peran lembaga penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus-kasus seperti ini agar ada efek jera bagi pelaku dan menjadi peringatan bagi yang lainnya. Ia berharap, dengan pengawasan ketat dan penegakan hukum yang tegas, kasus-kasus serupa tidak lagi terjadi di masa depan.

“Kita ingin dunia medis di Indonesia tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua masyarakat. Etika dan moral harus jadi prioritas utama dalam pelayanan,” pungkasnya.

Tim Redaksi I

Learn More →