Lewat DPRD, PKB Minta Pemerintah Lindungi Pekerja dan Usaha dari Dampak Tarif AS

Spread the love

Surabaya – Ketua DPRD Jawa Timur, M. Musyafak Rouf, menyampaikan keprihatinannya atas kebijakan tarif ekspor baru yang diterapkan oleh Amerika Serikat, yang mulai berdampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan di Jawa Timur. Hal ini disampaikan dalam pertemuan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur yang digelar pada Jumat (11/4) di Surabaya.

Menurut Musyafak, sejumlah pembeli asal Amerika telah menunda pesanan mereka akibat kebijakan tersebut. Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena berpotensi memicu dampak ekonomi lanjutan seperti pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri ekspor di Jawa Timur.

“Kami telah berdiskusi bersama APINDO Jawa Timur terkait kebijakan tarif ekspor baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Dampaknya mulai terasa, dan jika ini terus berlanjut, bisa menimbulkan efek serius,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, DPRD Jawa Timur saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat untuk menyampaikan berbagai masukan. Tujuannya adalah agar ada langkah intervensi yang tepat dalam mengantisipasi dampak kebijakan internasional tersebut terhadap perekonomian lokal.

Musyafak juga menegaskan pentingnya sinergi antara seluruh pihak, baik legislatif, eksekutif, pelaku usaha, maupun serikat pekerja, dalam menyiapkan solusi bersama. Ia berharap dunia usaha di Jawa Timur tetap tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Saya menekankan pentingnya sinergi antar pihak untuk menyiapkan langkah-langkah intervensi, agar pelaku usaha dan tenaga kerja di Jawa Timur tetap terlindungi,” tambahnya.

DPRD Jatim mengajak seluruh stakeholder untuk tetap waspada, mengambil langkah proaktif, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global.

Tim Redaksi I

Learn More →