Pasuruan – Kericuhan antar-kelompok nelayan terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Pasuruan dan mengakibatkan kerusakan serius. Sedikitnya tujuh unit perahu motor dilaporkan hangus terbakar dalam insiden tersebut. Selain itu, dua orang warga mengalami luka bacok dan harus mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa ini menuai perhatian publik karena berdampak langsung pada kehidupan nelayan kecil yang menggantungkan mata pencaharian dari laut. Bentrokan dipicu oleh perselisihan antar-kelompok nelayan yang berujung pada tindakan anarkistis di lapangan.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Hilman Mufidi, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai konflik antar-nelayan seharusnya tidak diselesaikan dengan kekerasan, melainkan melalui komunikasi yang baik dan dialog terbuka antar-pihak.
Menurut Hilman, kekerasan hanya akan memperburuk situasi dan menambah beban masyarakat pesisir. Kerusakan perahu motor, yang merupakan alat utama nelayan untuk melaut, akan berdampak pada aktivitas ekonomi dan pendapatan keluarga nelayan.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah pesisir. Hilman meminta agar pengawasan tidak berhenti setelah proses mediasi dilakukan, tetapi terus dikawal hingga situasi benar-benar stabil.
“Setelah mediasi selesai, pemerintah daerah dan kepolisian harus tetap memantau dan mengawal penyelesaian kasus ini agar tidak memunculkan pertikaian kembali di kemudian hari,” ujarnya.
Selain pengawasan, Hilman mendorong penguatan tata kelola sektor perikanan, termasuk kejelasan aturan wilayah tangkap dan mekanisme penyelesaian sengketa antar-nelayan. Menurutnya, regulasi yang jelas dan adil akan mengurangi potensi konflik di lapangan.
Bentrokan ini juga menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak kecil. Perahu motor yang terbakar merupakan aset utama nelayan, sehingga kerusakan tersebut berpotensi menghambat aktivitas melaut dan distribusi hasil tangkapan ikan.
Aparat keamanan masih melakukan pendalaman terkait penyebab konflik serta dampak kerugian yang ditimbulkan. Sementara itu, masyarakat pesisir diimbau untuk menahan diri dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan agar situasi tetap kondusif.
