Pasuruan – Ketua Dewan Syura DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pasuruan, KH Mujtaba A.S., menegaskan bahwa PKB adalah instrumen politik strategis Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperjuangkan kepentingan umat, pesantren, dan bangsa. Ia menegaskan, secara ideologis dan historis, PKB lahir dari rahim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sehingga keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari jam’iyah NU.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum konsolidasi pengurus dan kader PKB Dapil IV Kabupaten Pasuruan yang digelar Ahad (1/2/2026) di Dusun Umbulan, Desa Umbulan, Kecamatan Winongan.
KH Mujtaba menegaskan bahwa bagi warga NU, memperkuat PKB bukan sekadar pilihan politik, tetapi bagian dari khidmah dan amanat sejarah perjuangan ulama.
“Saya masuk PKB karena PKB lahir dari rahim PBNU. Secara moral dan ideologis, warga NU seharusnya berada di barisan perjuangan PKB. Kurang elok jika warga Nahdliyin tidak ikut menguatkan partai yang didirikan oleh para kiai untuk kepentingan umat,” tegas KH Mujtaba.
Ia juga menekankan bahwa PKB tidak hanya bergerak dalam politik elektoral, tetapi juga hadir secara nyata dalam penguatan struktur dan program NU di akar rumput. Salah satu bukti konkret, kata dia, adalah kontribusi kader PKB dalam pembangunan kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang dilakukan oleh Neng Fitri, serta dukungan rutin PKB terhadap kegiatan-kegiatan ke-NU-an.
“Bukti khidmah sudah nyata. Pembangunan kantor MWC NU dilakukan oleh Neng Fitri. Setiap bulan PKB juga memberikan kontribusi untuk kegiatan NU. Bersama PKB berarti ikut memberi, menguatkan, dan membesarkan NU,” ujarnya.
Forum konsolidasi ini dihadiri pengurus DPC, DPAC, hingga DPRt PKB se-Dapil IV, serta tokoh masyarakat dan kader struktural NU. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan loyalitas pengurus dan kader menjelang agenda-agenda politik ke depan.
KH Mujtaba menegaskan bahwa PKB harus tetap menjadi rumah besar politik Nahdliyin dan instrumen perjuangan ulama dalam menjaga NKRI, memperkuat demokrasi, serta memperjuangkan kesejahteraan umat.
“PKB adalah jalan politik para kiai. Jika kita cinta NU, cinta pesantren, dan cinta Indonesia, maka kewajiban kita adalah membesarkan PKB,” pungkasnya.
