Dari MUSANCAB Beji, PKB Menyusun Langkah Organisasi ke Depan

Spread the love

PASURUAN — Musyawarah Anak Cabang (MUSANCAB) Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menjadi ruang untuk menyusun arah kerja organisasi sekaligus memperkuat hubungan antara struktur kecamatan dan jajaran ranting. Kegiatan tersebut digelar pada Ahad, 9 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian MUSANCAB DPAC PKB di Kabupaten Pasuruan.

Berbeda dengan sekadar agenda pergantian atau penataan kepengurusan, MUSANCAB Beji menjadi forum untuk melihat kebutuhan organisasi secara lebih menyeluruh. Pengurus dan kader mendapat ruang untuk membicarakan langkah yang perlu dilakukan setelah musyawarah, terutama dalam menjaga koordinasi hingga tingkat ranting.

Sidang MUSANCAB dipimpin Drs. H. Abd. Rouf sebagai ketua sidang dan H. Shonhaji sebagai sekretaris. Keduanya mengawal jalannya forum agar pembahasan berlangsung tertib dan keputusan yang dihasilkan tetap berada dalam mekanisme musyawarah organisasi.

Sebanyak 81 peserta mengikuti MUSANCAB DPAC PKB Beji. Komposisinya terdiri atas 11 peserta dari DPAC dan 70 peserta dari 14 ranting, dengan masing-masing ranting mengirimkan lima peserta.

Keterlibatan ranting menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Struktur organisasi di tingkat desa memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu jalur komunikasi partai dengan masyarakat. Karena itu, koordinasi antara DPAC dan ranting perlu dijaga agar agenda organisasi tidak berhenti pada tingkat kecamatan.

Dalam perspektif Mabda’ Siyasi PKB, musyawarah atau al-syura menjadi salah satu prinsip dalam menyelesaikan persoalan sosial dan organisasi. Nilai tersebut menempatkan proses pengambilan keputusan sebagai ruang untuk membangun kesepahaman, bukan sekadar formalitas untuk menghasilkan keputusan.

Arah organisasi juga tidak dapat dilepaskan dari karakter PKB yang mengusung nilai religius, nasional, dan kerakyatan. Nilai tersebut menuntut struktur partai memiliki hubungan yang kuat dengan masyarakat serta mampu memahami persoalan yang berkembang di lingkungannya.

Karena itu, pekerjaan DPAC PKB Beji setelah MUSANCAB tidak berhenti pada hasil forum. Tantangan berikutnya adalah memastikan keputusan dapat diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang konkret, mulai dari koordinasi internal, komunikasi dengan ranting, hingga penguatan kader.

Konsolidasi semacam ini juga menjadi bagian dari persiapan organisasi menghadapi dinamika politik yang terus berkembang. Struktur yang tertata diperlukan agar setiap jenjang kepengurusan memiliki pembagian tugas yang jelas dan mampu bergerak secara terukur.

MUSANCAB DPAC PKB Beji pada akhirnya menjadi momentum untuk menyusun langkah organisasi dengan pijakan yang lebih jelas. Forum tersebut mempertemukan struktur kecamatan dan ranting dalam satu ruang musyawarah, sekaligus membuka tahap berikutnya berupa pelaksanaan hasil keputusan di lapangan.

Bagi PKB Beji, ukuran keberhasilan MUSANCAB bukan hanya terletak pada terselenggaranya forum, tetapi pada kemampuan kepengurusan menjaga komunikasi, menggerakkan kader, dan menjalankan hasil musyawarah secara konsisten.

Tim Redaksi I

Learn More →