Jakarta – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion, mendorong pemerintah untuk memperkuat pendekatan dialogis dalam menangani konflik dan kekerasan yang melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Menurutnya, pendekatan berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi langkah strategis yang lebih manusiawi dan efektif untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama di wilayah tersebut.
Mafirion menegaskan bahwa kekerasan yang terus terjadi, terutama dari kelompok separatis bersenjata, tidak hanya mengancam keamanan, tetapi juga menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Hal ini disampaikan menyusul peristiwa tragis terbaru yang menewaskan belasan pendulang emas akibat serangan KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan.
“Pemerintah harus meningkatkan jalur dialog secara intensif dengan kelompok-kelompok bersenjata di Papua karena situasi kekerasan di Bumi Papua ini terus berlangsung sejak lama. Kasihan masyarakat di sana, energi mereka banyak terkuras untuk masalah kekerasan bersenjata sehingga tidak bisa fokus membangun,” ujar Mafirion.
Ia juga mengkritisi pendekatan militeristik yang selama ini dominan digunakan pemerintah, karena dinilai tidak menyelesaikan akar persoalan. Pendekatan dialog yang inklusif, humanis, dan menghormati HAM menjadi pilihan yang lebih relevan dalam konteks Papua yang kompleks.
Fraksi PKB mendukung penuh segala upaya dialog dan rekonsiliasi yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian dan pembangunan berkelanjutan di Papua. Mafirion menambahkan bahwa keberhasilan dialog ini hanya bisa tercapai jika seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan kelompok bersenjata, duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.
Dengan pendekatan yang lebih damai dan adil, diharapkan masyarakat Papua dapat keluar dari lingkaran kekerasan dan mulai merasakan manfaat pembangunan secara merata.
