Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin kembali menunjukkan komitmennya mendampingi santri korban musibah ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny. Kali ini, Gus Imin mendampingi putra angkatnya yang telah menyelesaikan proses pemulihan pascaamputasi kaki dan tangan akibat insiden tersebut.
Gus Imin menegaskan bahwa keterbatasan fisik yang dialami para santri korban tidak boleh menghilangkan hak mereka untuk tetap mengenyam pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Menurutnya, para santri harus tetap sekolah, tetap menjadi santri, dan tetap memiliki harapan meski harus beradaptasi dengan kondisi fisik yang baru.
“Yang terpenting mereka tidak kehilangan harapan. Pendidikan harus tetap berjalan dan masa depan harus tetap diperjuangkan,” ujar Gus Imin dalam keterangannya.
Ia menilai, pemulihan korban musibah tidak cukup hanya melalui penanganan medis. Pendampingan psikologis dan penguatan mental juga diperlukan agar para santri dapat kembali percaya diri dan menjalani aktivitas belajar secara bertahap.
Dalam beberapa hari terakhir, Gus Imin mengajak putra angkatnya berlibur dan berkeliling Jakarta. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pemulihan psikologis setelah menjalani masa perawatan dan operasi amputasi. Gus Imin menyebut, ruang rekreasi penting untuk membantu para santri keluar dari trauma dan kembali membangun semangat hidup.
Gus Imin juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat putra angkatnya akan menjalani proses pengukuran untuk pembuatan kaki dan tangan prostetik. Pembuatan alat bantu tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas, aktivitas sehari-hari, serta mendukung keberlanjutan pendidikan dan kehidupan sosial santri.
Sebelumnya, Gus Imin menyatakan kesediaannya mengangkat sejumlah santri korban ambruknya musala Pesantren Al-Khoziny sebagai anak angkat. Ia menegaskan bahwa pendampingan yang diberikan bukan bersifat sementara atau simbolik, melainkan komitmen jangka panjang yang mencakup pendidikan, pendampingan psikososial, dan pemenuhan kebutuhan hidup.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan H.M. Yusuf Daniyal menyatakan bahwa langkah yang dilakukan Gus Imin merupakan upaya memastikan santri korban musibah tetap mendapatkan akses pendidikan secara berkelanjutan.
Menurut Yusuf Daniyal, perhatian terhadap korban musibah di lingkungan pesantren perlu diarahkan pada pemulihan menyeluruh, baik fisik maupun psikologis, agar para santri dapat kembali menjalani peran dan aktivitasnya sebagai pelajar.
Ia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar proses pemulihan dan keberlanjutan pendidikan santri korban musibah Al-Khoziny dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.
Pendampingan yang dilakukan Gus Imin diharapkan dapat membantu para santri bangkit dari musibah dan kembali menatap masa depan dengan optimisme di tengah keterbatasan yang dihadapi.
