Makassar — Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya percepatan transformasi pendidikan vokasi agar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mampu terserap secara optimal di dunia kerja, baik nasional maupun global. Hal itu ia sampaikan dalam agenda bertema Relevansi Kurikulum SMK untuk Kebutuhan Dunia Kerja di Makassar, Kamis (5/12).
Dalam pidatonya, Gus Muhaimin menyampaikan bahwa potensi sumber daya manusia Indonesia, khususnya lulusan SMK, sebenarnya sangat besar. Namun, ia menilai masih terdapat celah antara kompetensi lulusan dan kebutuhan riil dunia industri.
“Peluangnya ada, kemampuan anak-anak kita juga besar, tetapi tidak match dengan kebutuhan pasar. Berapa pun rupiah yang dikeluarkan negara, asal kembali ke keluarga dan rakyat, itu yang kita harapkan,” ujar Gus Muhaimin.
Menurutnya, kurikulum SMK harus terus diperbarui agar relevan dengan perkembangan industri modern, termasuk teknologi digital, manufaktur presisi, dan sektor jasa profesional. Ia menilai, dunia kerja saat ini bergerak sangat cepat, sehingga pendidikan vokasi harus lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan.
Acara yang dihadiri ribuan peserta dari unsur pendidikan, industri, hingga organisasi kepemudaan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan dunia usaha. Gus Muhaimin menyebut bahwa SMK adalah salah satu kunci strategis dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
“Jika transformasi vokasi dijalankan secara terukur, lulusan SMK tidak hanya terserap di dunia usaha, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja global,” tambahnya.
Gus Muhaimin juga menegaskan bahwa investasi negara dalam pendidikan vokasi harus berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap setiap anggaran pendidikan benar-benar menghasilkan output yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga dan rakyat.
Acara ini ditutup dengan deklarasi komitmen bersama antara sekolah vokasi dan dunia industri untuk memperkuat link and match melalui magang, penyelarasan kurikulum, serta pelatihan berbasis kebutuhan pasar.
Dengan penguatan kurikulum serta kemitraan industri, pendidikan vokasi diharapkan menjadi landasan utama kemajuan sumber daya manusia Indonesia menuju persaingan global.
