Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem: Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual di Dunia Medis

Spread the love

Jakarta — Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (F-PKB MPR RI), Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz , menyampaikan kecaman keras atas dugaan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat.

Dalam pernyataannya, Neng Eem menegaskan bahwa kekerasan seksual dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi, apalagi jika pelaku berasal dari kalangan terdidik yang seharusnya menjaga etika profesi dan martabat manusia.

“Tindakan ini sangat tidak manusiawi dan mencoreng dunia pendidikan serta pelayanan kesehatan. Tidak boleh ada pembiaran terhadap pelaku kekerasan seksual, siapa pun dia,” ujar Neng Eem, Senin (14/4).

Peristiwa yang terjadi di lingkungan rumah sakit pendidikan itu menjadi sorotan publik, mengingat pelaku berasal dari program pendidikan dokter spesialis yang sedang menjalani pelatihan profesional. Kasus ini juga memperkuat kekhawatiran tentang kurangnya pengawasan terhadap praktik kekerasan di institusi pendidikan dan layanan kesehatan.

Neng Eem meminta agar pihak kepolisian segera memproses kasus ini secara terbuka dan profesional. dia juga mendesak institusi pendidikan terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelatihan siswa PPDS, serta menjamin lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, terutama bagi perempuan.

“Korban harus mendapatkan pendampingan hukum dan psikologis.Negara harus hadir memberikan perlindungan nyata,” tegasnya.

Selain itu, dia menyampaikan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berani melaporkan jika menemukan kasus serupa, agar budaya diam terhadap kekerasan seksual dapat dihentikan.

Dengan pernyataan tegas ini, Neng Eem berharap keadilan dapat ditegakkan, serta kasus serupa tidak terulang kembali pada masa mendatang. dia menekankan pentingnya penegakan sistem pencegahan kekerasan di institusi pendidikan dan layanan publik.

Tim Redaksi I

Learn More →