Pasuruan – Anggota Dewan Syura Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pasuruan, KH. Achmad Rifa’i, mendorong kader muda PKB untuk menjaga dan melanjutkan warisan perjuangan Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Politik Kader Turun ke Bawah (Turba) DPC PKB Tahun 2026 yang digelar Ahad (11/1/2026) di Aula MWC NU Beji.
KH. Achmad Rifa’i yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Nurudh Dholam II Bangle, Beji, menegaskan bahwa PKB sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur, terutama dalam hal kemanusiaan, keadilan, dan politik yang berkeadaban.
Menurutnya, kader muda PKB memegang peran strategis dalam menentukan arah masa depan partai. Oleh karena itu, generasi muda PKB dituntut tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga memiliki kedalaman ideologi dan keteladanan moral dalam berpolitik.
“Kader muda PKB harus tampil lebih berani, lebih disiplin, dan lebih bersemangat dalam perjuangan. Kalian adalah tonggak utama masa depan PKB. PKB merupakan rumah besar warisan Gus Dur yang harus kita jaga, rawat, dan besarkan bersama,” ujar KH. Achmad Rifa’i.
Ia menambahkan, menjaga warisan Gus Dur tidak cukup dengan slogan atau simbol, melainkan harus diwujudkan melalui sikap politik yang beretika, berpihak kepada rakyat kecil, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Politik, menurutnya, harus menjadi sarana pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Achmad Rifa’i juga menegaskan peran Dewan Syura dalam struktur PKB sebagai penjaga moral, etika, dan arah ideologis partai agar tetap sejalan dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Pendidikan politik kader dinilai menjadi ruang penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut secara berkelanjutan.
Kegiatan pendidikan politik ini diikuti oleh pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), unsur Dewan Syura, serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Ranting PKB dari wilayah Bangil, Beji, dan Gempol. Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi internal PKB Kabupaten Pasuruan dalam memperkuat struktur dan militansi kader hingga tingkat akar rumput.
Aula MWC NU Beji dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan karena dinilai merepresentasikan akar historis PKB yang tumbuh dari tradisi keagamaan dan pesantren Nahdlatul Ulama.
Melalui forum ini, PKB Kabupaten Pasuruan menargetkan lahirnya kader muda yang mampu melanjutkan nilai-nilai perjuangan politik Gus Dur secara kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada penguatan persatuan nasional.
