KH. Mujtaba A.S: PKB Adalah Warisan Sejarah Perjuangan Para Kiai

Spread the love

Pasuruan – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Turun ke Bawah (TURBA) Daerah Pemilihan (Dapil) II pada Ahad (18/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Yasini Areng-areng, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran pengurus DPC PKB, para kader, ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, sekaligus penguatan nilai-nilai perjuangan politik berbasis Ahlussunnah wal Jamaah.

Ketua Dewan Syura DPC PKB Kabupaten Pasuruan, KH Mujtaba A.S, hadir langsung memberikan pengarahan dan tausiyah politik kebangsaan kepada para kader. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pejuang Partai Kebangkitan Bangsa yang telah berjuang menjaga marwah partai sejak awal berdiri hingga saat ini.

“Kita semua adalah saudara. Kita bukan sekadar teman politik, tetapi satu keluarga besar dalam perjuangan,” ujar KH Mujtaba di hadapan kader.

Menurutnya, kekuatan PKB terletak pada kesetiaan para kader yang berjuang dari berbagai lini, baik yang sudah sepuh maupun yang masih muda, baik yang sudah menjabat maupun yang masih berkhidmat dari bawah.

KH Mujtaba menegaskan bahwa PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, dari perjuangan para kiai, serta dari tradisi pesantren yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Karena itu, keberadaan PKB di panggung politik nasional memiliki peran penting dalam menjaga aspirasi warga NU dan umat Islam Indonesia.

“PKB lahir dari rahim NU, dari perjuangan para kiai, dari nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Kalau PKB tidak ada, maka suara warga NU di panggung politik akan melemah. Kalau PKB tidak ada, maka aspirasi umat akan kehilangan wadahnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, PKB bukan sekadar partai yang mengatasnamakan NU, tetapi benar-benar tumbuh dari pesantren, para kiai, dan tradisi keislaman moderat yang santun, ramah, serta berakhlakul karimah.

“PKB bukan milik pribadi. PKB bukan milik kelompok. PKB adalah milik umat. Dan kita semua punya kewajiban menjaga, merawat, dan membesarkannya,” tegasnya.

Dalam perspektif perjuangan kebangsaan, KH Mujtaba menegaskan bahwa politik tidak hanya dimaknai sebagai upaya meraih kekuasaan, tetapi merupakan jalan ikhtiar untuk menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia mengingatkan bahwa ketika negara dijauhkan dari nilai-nilai Aswaja, maka dampaknya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dalam kehidupan sosial, budaya, maupun spiritual.

KH Mujtaba juga menyinggung sejarah peradaban Islam yang pernah berjaya di Andalusia, Baghdad, dan Qurtubah, namun kemudian runtuh akibat perpecahan dan hilangnya persatuan umat.

“Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa perpecahan hanya akan melemahkan umat. Maka hari ini, jangan sampai kita mengulangi kesalahan sejarah,” pesannya.

Menutup sambutannya, KH Mujtaba mengajak seluruh kader PKB untuk terus menjaga persatuan, memperkuat barisan, serta membesarkan PKB sebagai rumah besar perjuangan umat.

“Mari kita jaga persatuan. Mari kita kuatkan barisan. Mari kita besarkan PKB sebagai rumah besar perjuangan umat. Karena PKB adalah jalan kita, PKB adalah ikhtiar kita, dan PKB adalah amanah para kiai,” pungkasnya.

Melalui kegiatan TURBA Dapil II ini, DPC PKB Kabupaten Pasuruan berharap dapat mempererat ukhuwah antar-kader, memperkuat militansi perjuangan, serta meneguhkan kembali komitmen PKB sebagai partai yang berkhidmat untuk umat, bangsa, dan negara dalam bingkai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Tim Redaksi I

Learn More →