Menjaga Warisan Nusantara, PKB Pasuruan Kunjungi Candi Belahan

Spread the love

Pasuruan — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pasuruan melakukan kunjungan ke Candi Belahan atau yang dikenal sebagai Candi Sumber Tetek, di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Kunjungan ini menjadi wujud komitmen PKB Pasuruan dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah serta peradaban Nusantara.

Rombongan PKB Pasuruan dipimpin langsung oleh jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PKB Kabupaten Pasuruan. Kehadiran pimpinan partai tersebut menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam merawat situs-situs bersejarah yang menjadi identitas dan kebanggaan bangsa.

Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan, H. M. Yusuf Daniyal, S.T., M.M., menyampaikan bahwa Candi Belahan merupakan simbol tingginya peradaban leluhur Nusantara, khususnya pada masa Kerajaan Kahuripan.

“Candi Belahan bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi jejak peradaban besar yang mengajarkan harmoni antara manusia, budaya, dan alam. Menjaga situs sejarah seperti ini adalah bagian dari menjaga jati diri bangsa,” ujar Mas Daniyal.

Candi Belahan diperkirakan dibangun pada tahun 1049 Masehi pada masa Kerajaan Kahuripan. Situs ini dikenal sebagai candi petirtaan dengan sumber mata air alami yang hingga kini masih mengalir dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, menunjukkan keberlanjutan fungsi sosial sejak ratusan tahun silam.

Secara geografis, Candi Belahan berada di kawasan hutan lereng Gunung Penanggungan yang dikelola oleh Perhutani KPH Pasuruan, tepatnya di wilayah Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol. Letaknya yang berada di kawasan hutan menjadikan pelestarian candi tidak dapat dipisahkan dari upaya perlindungan lingkungan.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I., menuturkan bahwa kunjungan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya sejarah lokal.

“Banyak generasi muda yang belum mengenal situs bersejarah di daerahnya sendiri. Padahal, sejarah adalah sumber pembelajaran dan inspirasi untuk membangun masa depan,” katanya.

Sementara itu, Bendahara DPC PKB Kabupaten Pasuruan, A. Wasik Rahman Hamzah, S.E., menegaskan bahwa pelestarian situs sejarah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.

“Merawat Candi Belahan berarti juga menjaga hutan dan sumber airnya. Sejarah, budaya, dan lingkungan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, DPC PKB Kabupaten Pasuruan berharap sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan hutan, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar Candi Belahan tetap lestari sebagai warisan peradaban Nusantara bagi generasi mendatang.

Tim Redaksi I

Learn More →