MUSANCAB PKB Tutur Menghidupkan Kembali Semangat Politik Kerakyatan

Spread the love

PASURUAN — Musyawarah Anak Cabang (MUSANCAB) Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan antara organisasi, kader, dan masyarakat. Kegiatan berlangsung pada Ahad, 9 Agustus 2026, di MWC NU Tutur, Desa Tutur, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

MUSANCAB Tutur digelar dalam suasana musyawarah yang menempatkan kerja organisasi sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat. Forum ini tidak semata membicarakan struktur, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana kader dapat mengambil peran lebih nyata di tengah lingkungan sosialnya.

Sebanyak 71 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas 11 orang dari unsur DPAC dan 60 orang dari 12 ranting, dengan masing-masing ranting mengirimkan lima peserta.

Sidang MUSANCAB dipimpin Abd. Karim, S.Pd., M.Si. sebagai ketua sidang, didampingi Edwin Oktavianus Tampanguma sebagai sekretaris. Proses musyawarah berlangsung melalui mekanisme organisasi dengan memberikan ruang bagi peserta untuk mengikuti pembahasan dan pengambilan keputusan.

Bagi struktur partai di tingkat kecamatan, kedekatan dengan masyarakat menjadi modal penting. Ranting yang berada di tingkat desa memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan warga dan berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, politik kerakyatan tidak cukup dipahami sebagai slogan. Ia membutuhkan kader yang mau mendengar, memahami persoalan, dan membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat. Dari proses tersebut, aspirasi warga dapat menjadi bahan bagi organisasi dalam menentukan langkah perjuangan.

Keterlibatan 12 ranting dalam MUSANCAB Tutur menjadi bagian dari jaringan tersebut. Hubungan antara DPAC dan ranting perlu dijaga agar komunikasi organisasi berjalan dua arah. Ranting menyampaikan dinamika di lapangan, sementara DPAC memastikan koordinasi dan arah kerja tetap terjaga.

Semangat tersebut sejalan dengan karakter PKB yang menggabungkan nilai religius, kebangsaan, dan kerakyatan. Politik ditempatkan sebagai salah satu jalan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang memberikan manfaat lebih luas.

MUSANCAB juga menjadi ruang untuk memperkuat kader. Organisasi membutuhkan kader yang bukan hanya memahami administrasi kepartaian, tetapi mampu bekerja bersama, membangun komunikasi lintas kelompok, dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

Namun, forum musyawarah bukanlah akhir dari proses konsolidasi. Setelah keputusan dihasilkan, pengurus memiliki pekerjaan untuk memastikan kesepakatan tersebut diterjemahkan dalam kegiatan dan pola kerja yang jelas.

Di Tutur, tantangan berikutnya adalah menjaga agar koordinasi dengan 12 ranting tidak berhenti pada momentum MUSANCAB. Pertemuan rutin, komunikasi antarkader, dan keterlibatan dalam persoalan masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga organisasi tetap hidup.

Lebih jauh, kekuatan politik kerakyatan akan terlihat ketika struktur mampu hadir di luar ruang-ruang formal organisasi. Kader perlu memiliki kepekaan terhadap persoalan warga sekaligus kemampuan menyampaikan aspirasi tersebut melalui jalur politik yang tersedia.

MUSANCAB DPAC PKB Kecamatan Tutur akhirnya menjadi titik untuk memperkuat kembali hubungan antara organisasi dan basis masyarakat. Hasil forum akan memiliki makna apabila diteruskan melalui kerja yang konsisten, komunikasi yang terbuka, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.

Bagi PKB Tutur, politik kerakyatan bukan sekadar bagaimana organisasi hadir di tengah masyarakat, tetapi bagaimana keberadaan organisasi benar-benar memberi arti bagi masyarakat.

Tim Redaksi I

Learn More →