Pasuruan, 12 Februari 2026 – Isu pendidikan dan kesehatan kembali menjadi perhatian dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I atau yang akrab disapa Ning Fitri. Dalam agenda reses yang digelar pada Kamis (12/2/2026), Ning Fitri mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait dua sektor mendasar yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Reses tersebut dihadiri pengurus dan kader Muslimat NU serta perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan. Suasana dialog berlangsung terbuka, dengan peserta menyampaikan pengalaman serta persoalan yang mereka hadapi dalam mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.
Dalam pengantarnya, Ning Fitri menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kedua sektor tersebut saling berkaitan dan berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup keluarga.
“Pendidikan menentukan masa depan generasi, sementara kesehatan memastikan masyarakat mampu beraktivitas dan bekerja dengan baik. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan,” ujar Ning Fitri.
Pada sektor pendidikan, sejumlah aspirasi yang mengemuka antara lain kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana sekolah, pemerataan akses pendidikan, serta perhatian terhadap kualitas pembelajaran. Peserta juga menyoroti pentingnya dukungan bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.
Sementara di bidang kesehatan, masyarakat menyampaikan keluhan terkait layanan kesehatan dasar, penguatan fasilitas kesehatan di tingkat desa, serta perlunya edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Isu kesehatan ibu dan anak turut menjadi perhatian, mengingat perannya yang sangat penting dalam membentuk ketahanan keluarga.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ning Fitri menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan dibawa ke DPRD Provinsi Jawa Timur untuk dibahas sesuai mekanisme yang berlaku. Ia menilai suara masyarakat, khususnya perempuan, mencerminkan kondisi nyata yang harus menjadi dasar perumusan kebijakan.
“Reses ini menjadi ruang penting bagi kami untuk mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami kawal agar benar-benar mendapat perhatian,” tegasnya.
Ning Fitri juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar program pendidikan dan kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Melalui reses pada 12 Februari 2026 ini, diharapkan komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat semakin kuat, sehingga kebijakan yang dihasilkan ke depan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan.
