Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyoroti insiden bayi yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Peristiwa tersebut dinilai sebagai peringatan serius terkait lemahnya pengawasan dan standar operasional prosedur (SOP) dalam pelayanan kesehatan.
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, menegaskan bahwa kejadian ini tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, keselamatan pasien, terutama bayi yang dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses pelayanan medis.
“Kasus ini harus menjadi alarm keras bagi Kementerian Kesehatan untuk memperketat SOP keamanan pasien di seluruh rumah sakit di Indonesia,” ujar Arzeti dalam keterangannya.
Insiden tersebut terjadi saat proses penyerahan bayi kepada keluarga pasien. Bayi milik seorang ibu bernama Nina Saleha yang sebelumnya dirawat di NICU, hampir diserahkan kepada pihak lain. Kejanggalan baru disadari ketika sang ibu kembali ke ruangan setelah mengurus administrasi kepulangan dan mendapati bayinya berada di tangan orang yang bukan keluarganya.
PKB menilai, dugaan kelalaian dalam proses verifikasi identitas menjadi penyebab utama terjadinya insiden tersebut. Oleh karena itu, Arzeti meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di rumah sakit, khususnya dalam prosedur identifikasi pasien.
Ia juga mendorong Kementerian Kesehatan untuk memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap seluruh fasilitas layanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta. Menurutnya, penerapan SOP yang ketat harus diiringi dengan pengawasan yang konsisten serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan harus dijaga dengan memastikan setiap prosedur berjalan sesuai standar,” tegasnya.
PKB juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam sistem identifikasi pasien, seperti penggunaan gelang identitas berbasis barcode atau sistem digital yang terintegrasi. Langkah ini dinilai dapat meminimalisir potensi kesalahan manusia dalam proses pelayanan.
Selain itu, PKB meminta pihak rumah sakit untuk segera melakukan audit internal serta memberikan penjelasan transparan kepada publik. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab institusi pelayanan kesehatan.
Kasus ini, lanjut Arzeti, menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan nasional agar lebih aman, akuntabel, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
