Pasuruan – Dalam langkah yang merefleksikan akar tradisi politik santri, Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I atau yang akrab disapa Ning Fitri, melaksanakan sowan ke sejumlah kiai sepuh di Kabupaten Pasuruan. Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendatangi Masyayikh PCNU Kabupaten Pasuruan, PPT Alyasini, dan Pondok Pesantren Besuk.
Kedatangan Ning Fitri bukan sekedar kunjungan biasa. dia datang untuk memohon doa, nasehat, dan restu dari para ulama sebagai bekal moral dalam menjalankan amanah politik.
“Langkah politik tanpa nasehat kiai ibarat kapal tanpa kompas. Kami datang sebagai santri yang ingin tetap berada dalam bimbingan ulama,” ujar Ning Fitri usai pertemuan dengan salah satu pengasuh pesantren.
Ning Fitri dikenal sebagai figur perempuan yang aktif memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya dari kalangan pesantren dan Nahdliyin. Di DPRD Jawa Timur, dia membawa semangat politik rahmatan lil alamin dengan menjadikan nilai-nilai NU sebagai dasar perjuangan.
Kegiatan sowan berlangsung belum lama ini di wilayah Kabupaten Pasuruan. dia menyambangi para masyayikh dengan penuh takzim, berdialog hangat, dan menyimak arahan langsung dari para kiai.
“Sebagai kader PKB, kami selalu mengajarkan bahwa kekuatan politik itu bukan hanya di suara, tetapi juga di doa dan restu kiai. Karena itu, sowan ini adalah bagian dari tradisi perjuangan kami,” tambah Ning Fitri.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana akrab dan religius. Para kiai menyambut baik kunjungan tersebut dan memberikan pesan agar Ning Fitri terus amanah, memperjuangkan umat tanpa melupakan nilai-nilai keislaman.
Tradisi sowan cermin menjadi politik santun ala santri, yang menjunjung tinggi etika dan spiritualitas. Bagi Ning Fitri, sowan bukan hanya simbol rasa hormat, tetapi juga bentuk komitmen menjaga semangat perjuangan bersama NU dan PKB.
