Pasuruan – Anggota DPRD Jawa Timur Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I, atau Ning Fitri, menyampaikan pesan mendalam tentang peran keluarga dalam pendidikan anak saat menghadiri kegiatan Parenting Sekolah Rakyat di SRMP 28 Pasuruan, Selasa 2 Desember 2025. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keluarga merupakan pondasi utama yang membentuk karakter seorang anak.
“Rumah adalah Madrasah Ula, tempat pertama di mana anak-anak kita belajar nilai, akhlak, dan keteladanan sebelum mereka memasuki pendidikan formal,” ujar Ning Fitri di hadapan para peserta.
Ungkapan “Madrasah Ula” memperkuat pesan bahwa pendidikan dasar yang paling penting justru berlangsung di lingkungan keluarga, jauh sebelum seorang anak mengenal bangku sekolah.
Ning Fitri menjelaskan bahwa di era sekarang, tantangan pendidikan tidak hanya bersumber dari lingkungan sekolah, tetapi juga dari perkembangan teknologi dan media digital yang begitu dekat dengan anak-anak. Karena itu, orang tua harus hadir sebagai figur utama yang membimbing, mengarahkan, dan menjadi contoh.
Menurutnya, apa yang dilihat anak setiap hari di rumah akan membentuk pola pikir, sikap, dan karakter mereka. “Jika keluarga kuat, maka karakter anak pun akan kuat,” tegasnya.
Dalam paparannya, Ning Fitri menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang hangat dan terbuka dengan anak. Rumah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bercerita, bertanya, dan menemukan ketenangan.
“Saya mengajak para orang tua untuk membuka ruang dialog dengan anak-anak. Mereka membutuhkan pendampingan bukan hanya dalam belajar, tetapi juga dalam mengelola emosi dan menghadapi perkembangan zaman,” jelasnya.
Sebagai anggota Komisi E DPRD yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan sosial, Ning Fitri menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat program-program yang mendukung ketahanan keluarga. Ia menyambut baik inisiatif SRMP 28 Pasuruan yang secara konsisten mengadakan kegiatan parenting sebagai bagian dari proses pendidikan.
“Kami akan terus mendorong kegiatan seperti ini di berbagai daerah karena membangun generasi berkualitas harus dimulai dari keluarga,” ungkapnya.
Acara berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari para orang tua mengenai pola asuh, disiplin, hingga pendampingan belajar di rumah. Ning Fitri memberikan jawaban dengan pendekatan edukatif dan religius, disertai contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan keluarga sehari-hari.
Kegiatan parenting ditutup dengan pesan agar kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah terus diperkuat. Pihak sekolah mengapresiasi kehadiran Ning Fitri yang dinilai memberi semangat baru bagi orang tua dalam menjalankan peran pendidikan di rumah.
Dengan semangat “Rumah adalah Madrasah Ula”, SRMP 28 Pasuruan berharap semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa pendidikan sejati dimulai dari rumah.
