Sekjen DPP PKB Instruksikan Kader Turun Langsung Layani Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Spread the love

Malang – Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., menginstruksikan seluruh kader partai untuk turun langsung melayani jemaah dalam kegiatan Mujahadah Kubro peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur. Instruksi tersebut disampaikan sebagai bentuk khidmah PKB kepada NU dan masyarakat.

Cak Udin, sapaan akrab Hasanuddin Wahid, menegaskan bahwa keterlibatan kader PKB dalam kegiatan keagamaan berskala besar tersebut bukan bagian dari agenda politik praktis. Menurutnya, peringatan satu abad NU merupakan momentum spiritual sekaligus sejarah penting bagi warga Nahdliyin dan bangsa Indonesia.

“Ini bukan soal politik, ini soal khidmah. NU sudah 100 tahun menjaga agama dan bangsa, masa kita tidak hadir untuk ikut berdoa bersama,” ujar Cak Udin dalam keterangannya.

Ia menambahkan, PKB lahir dari rahim NU dan memiliki ikatan historis yang kuat dengan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Karena itu, sudah sewajarnya seluruh kader PKB ikut “ngopeni” atau melayani hajatan besar NU, termasuk membantu kebutuhan teknis di lapangan.

“Kalau NU punya hajatan besar seperti 1 Abad, ya sudah sewajarnya PKB ikut ngopeni. Mulai dari kopi, makanan, sampai cek kesehatan, itu semua bagian dari khidmah,” katanya.

Mujahadah Kubro 1 Abad NU diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan direncanakan akan dihadiri Presiden Republik Indonesia. Kegiatan ini diperkirakan dihadiri jemaah dalam jumlah besar dari berbagai daerah, sehingga pelayanan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah menjadi perhatian utama.

Cak Udin juga mengingatkan kader PKB untuk menjaga sikap selama kegiatan berlangsung. Ia meminta kader hadir dengan tertib, sopan, dan fokus membantu jemaah tanpa membedakan latar belakang.

“Saya minta kader PKB hadir dengan tertib, sopan, dan membantu jemaah. Ini momentum ibadah dan kebersamaan, jadi harus kita jaga suasananya,” tegasnya.

Menurut dia, Mujahadah Kubro bukan sekadar kegiatan doa bersama, tetapi juga peristiwa spiritual dan sosial yang memperkuat nilai kebangsaan, persatuan, dan kemanusiaan. Satu abad perjalanan NU dinilai sebagai tonggak penting kontribusi organisasi tersebut dalam menjaga moderasi Islam, persatuan nasional, serta pembangunan sosial masyarakat.

Keterlibatan kader PKB dalam pelayanan jemaah diharapkan dapat memperkuat tradisi gotong royong dan solidaritas sosial yang selama ini menjadi ciri khas warga Nahdliyin. Dengan turun langsung ke lapangan, kader PKB diharapkan tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mujahadah Kubro 1 Abad NU menjadi ruang pertemuan spiritual bagi jutaan warga Nahdliyin, sekaligus refleksi perjalanan panjang NU dalam menjaga nilai keislaman dan kebangsaan. Kehadiran kader PKB dalam pelayanan jemaah dinilai sebagai wujud komitmen partai dalam merawat hubungan historis dengan NU serta memperkuat peran sosial-politik yang berbasis khidmah kepada umat dan bangsa.

Tim Redaksi I

Learn More →