Ach. Musa Nurulloh Syadad dan Regenerasi yang Mulai Tumbuh di Lekok

Spread the love

PASURUAN — Musyawarah Anak Cabang (MUSANCAB) Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, menjadi bagian dari proses memperkuat kesinambungan kader dan kepemimpinan organisasi di tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad, 9 Agustus 2026.

Salah satu perhatian dalam MUSANCAB Lekok adalah munculnya figur muda dalam struktur organisasi. Ach. Musa Nurulloh Syadad menjadi salah satu sosok yang merepresentasikan keterlibatan generasi muda dalam perjalanan organisasi PKB di Kecamatan Lekok.

Regenerasi menjadi persoalan penting bagi organisasi politik. Struktur yang mampu bertahan dalam jangka panjang membutuhkan kader yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga memiliki pengalaman, kapasitas, dan kesiapan untuk menerima tanggung jawab organisasi.

MUSANCAB DPAC PKB Lekok diikuti 66 peserta, terdiri atas 11 peserta dari unsur DPAC dan 55 peserta dari 11 ranting. Keterlibatan ranting memperlihatkan bahwa proses penguatan organisasi berlangsung secara berjenjang hingga tingkat desa.

Sidang musyawarah dipimpin Laily Qomariyah, S.Pd. sebagai ketua sidang dan Masyrohah, S.Pd. sebagai sekretaris. Seluruh rangkaian forum diarahkan melalui mekanisme musyawarah untuk membahas keberlangsungan organisasi dan langkah kepengurusan berikutnya.

Bagi organisasi politik, regenerasi bukan sekadar persoalan usia. Kader muda harus memiliki kesempatan untuk belajar mengenai tata kelola organisasi, memahami persoalan masyarakat, serta terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Tanpa proses tersebut, pergantian generasi hanya akan menghasilkan perubahan nama tanpa peningkatan kapasitas.

Kehadiran generasi muda juga penting untuk menjaga kemampuan organisasi beradaptasi dengan perubahan. Perkembangan teknologi, pola komunikasi masyarakat, serta perubahan sosial membutuhkan kader yang mampu memahami lingkungan baru tanpa kehilangan akar organisasi.

Dalam kerangka Mabda’ Siyasi PKB, partai memiliki fungsi sebagai sarana kaderisasi kepemimpinan bangsa. Artinya, kaderisasi seharusnya menjadi proses yang terus berlangsung, bukan kegiatan yang hanya dilakukan menjelang momentum politik tertentu.

Di Lekok, proses tersebut membutuhkan keterhubungan antara kader senior dan generasi muda. Pengalaman pengurus sebelumnya menjadi modal pembelajaran, sementara kader muda membawa energi dan perspektif yang dapat memperkaya kerja organisasi.

Sebelas ranting yang terlibat dalam MUSANCAB juga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Regenerasi tidak akan berjalan efektif apabila hanya berlangsung di tingkat kecamatan. Kaderisasi perlu menyentuh struktur bawah agar organisasi memiliki kesinambungan kepemimpinan secara berjenjang.

Setelah MUSANCAB selesai, tantangannya adalah memberikan ruang kerja nyata bagi kader muda. Tanggung jawab organisasi perlu diberikan secara bertahap agar kemampuan kepemimpinan tidak berhenti pada forum musyawarah, tetapi tumbuh melalui pengalaman langsung.

MUSANCAB DPAC PKB Lekok pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang kepengurusan hari ini, tetapi juga tentang siapa yang akan melanjutkan kerja organisasi pada masa mendatang. Kehadiran figur muda seperti Ach. Musa Nurulloh Syadad menjadi salah satu bagian dari proses panjang tersebut.

Keberhasilan regenerasi nantinya akan terlihat dari kemampuan kader muda mengambil tanggung jawab, menjaga nilai organisasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta meneruskan kerja kepartaian secara konsisten.

Tim Redaksi I

Learn More →