The post Samsul Hidayat: Kader Muda dan Perempuan Menjadi Kekuatan Baru PKB Kabupaten Pasuruan appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>Menurutnya, komposisi kepengurusan yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB memberikan ruang yang lebih luas kepada kader muda untuk berkontribusi dalam menjalankan roda organisasi dan menyiapkan estafet kepemimpinan partai di masa depan.”PKB terus melakukan regenerasi. Kepengurusan kali ini menjadi bukti bahwa kader muda diberi kepercayaan untuk mengambil peran strategis, berdampingan dengan para kader senior yang memiliki pengalaman panjang dalam perjuangan partai,” ujar Samsul Hidayat.
Selain memberi ruang bagi kader muda, Samsul menyebut kepengurusan baru juga memperhatikan keterwakilan perempuan. Ia mengatakan, komposisi pengurus perempuan telah memenuhi ketentuan minimal 32 persen, sebagai bentuk komitmen PKB dalam memperkuat partisipasi perempuan di seluruh tingkatan organisasi.”Perempuan memiliki peran penting dalam membangun organisasi. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi keterwakilan, tetapi menjadi bagian dari kekuatan PKB dalam melahirkan gagasan, memperkuat kaderisasi, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap perpaduan kader senior, kader muda, dan kader perempuan mampu menghadirkan energi baru bagi DPC PKB Kabupaten Pasuruan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta melanjutkan perjuangan PKB yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
“Semangat kolaborasi antargenerasi inilah yang akan menjadi modal besar bagi PKB Kabupaten Pasuruan untuk terus tumbuh sebagai partai yang dekat dengan rakyat, kuat secara organisasi, dan istiqamah dalam memperjuangkan kemaslahatan bersama,” tutup Samsul.
The post Samsul Hidayat: Kader Muda dan Perempuan Menjadi Kekuatan Baru PKB Kabupaten Pasuruan appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>The post Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan Tekankan Peningkatan Kinerja TA Melalui Bimtek Media Sosial appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>Kegiatan ini dihadiri langsung Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan, HM Yusuf Daniyal, ST, MM atau yang akrab disapa Mas Danil. Dalam arahannya, Mas Danil menegaskan bahwa keberadaan Tenaga Ahli memiliki peran strategis sebagai ujung tombak juru syiar partai di tengah perkembangan era digital saat ini.
Menurutnya, TA tidak hanya bertugas memberikan dukungan teknis kepada anggota legislatif, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membantu mendorong publikasi dan pemberitaan berbagai kegiatan anggota DPRD dari PKB agar dapat diketahui masyarakat secara luas.
“TA adalah ujung tombak, juru syiar. Peran TA sangat penting dalam menunjang, membantu, dan mendorong pemberitaan seluruh kegiatan FPKB. Apa yang dikerjakan oleh anggota harus bisa tersampaikan kepada masyarakat dengan baik,” ujar Mas Danil.
Ia menambahkan, PKB merupakan partai yang mampu bertahan dan terus berkembang karena memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga komunikasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan pengelolaan media sosial dan penyebaran informasi yang positif harus terus ditingkatkan.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Danil juga menjelaskan bahwa peserta yang diundang merupakan Tenaga Ahli yang baru saja diumumkan dan mendapatkan pengugasan untuk mendukung kinerja Fraksi PKB DPRD Kabupaten Pasuruan.
“Kami sengaja mengundang TA FPKB agar memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas dan tanggung jawabnya, khususnya dalam mendukung kerja-kerja politik dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut Mas Danil menegaskan bahwa roda organisasi tidak boleh berhenti hanya karena menunggu keselarasan kepengurusan. Seluruh elemen partai harus tetap bergerak dan menjalankan masing-masing demi menjaga keberlangsungan program dan pelayanan kepada masyarakat.
“DPC tidak boleh berhenti hanya karena menunggu pengurus lengkap. Kita harus tetap bergerak, tetap bekerja, dan tetap mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan kinerja Tenaga Ahli merupakan Arahan langsung dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB. Oleh karena itu, seluruh TA diharapkan terus meningkatkan kapasitas, profesionalitas, serta kemampuan komunikasi masyarakat melalui berbagai platform digital.
Melalui kegiatan Bimtek Media Sosial ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai strategi komunikasi digital, pengelolaan konten media sosial, penyusunan narasi positif, serta teknik publikasi yang efektif guna memperkuat citra dan kerja-kerja PKB di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung dengan antusias dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja Tenaga Ahli sebagai garda terdepan dalam mendukung perjuangan, pengabdian, dan pelayanan PKB kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan.
The post Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan Tekankan Peningkatan Kinerja TA Melalui Bimtek Media Sosial appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>The post Ning Fitri : Pengurus Perempuan Bangsa Harus Menjadi Motor Penggerak Organisasi appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>Dalam kesempatan tersebut, hadir tokoh perempuan inspiratif sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I atau yang akrab disapa Ning Fitri. Kehadiran beliau menjadi momen penting bagi para pengurus baru, terutama saat memberikan arahan kepemimpinan yang penuh keteladanan.
Dalam pesan yang disampaikannya, Ning Fitri menegaskan bahwa pengurus ranting memiliki peran yang sangat strategis dalam menggerakkan organisasi. Ia mengingatkan bahwa kekuatan Perempuan Bangsa justru terletak pada solidnya pengurus tingkat bawah, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Pengurus ranting harus menjadi motor penggerak organisasi. Tugas ini bukan sekadar amanah struktural, tetapi bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Jalankan dengan tulus, ikhlas, dan penuh tanggung jawab,” pesan Ning Fitri di hadapan jamaah.
Beliau juga mendorong pengurus baru untuk tidak ragu berinovasi serta menghadirkan program-program bermanfaat yang menyentuh isu pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, dan peningkatan spiritual masyarakat melalui majelis-majelis sholawat.
Pelantikan ini dipimpin langsung jajaran DPC Perempuan Bangsa Kabupaten Pasuruan di bawah kepemimpinan Dra. Hj. Wiwik Wahyuni, didampingi Sekretaris DPC sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Laily Qomariyah, S.Pd. Prosesi berjalan khidmat, ditandai dengan pengucapan ikrar oleh para pengurus baru.
Menutup arahannya, Ning Fitri berharap pengurus DPRt Tutur dapat menjadi teladan dan membawa angin perubahan positif bagi masyarakat sekitar. “Perempuan adalah pilar penting dalam kehidupan sosial. Jika pengurus kompak dan bergerak bersama, insyaAllah manfaatnya akan dirasakan luas,” ujarnya.
Acara ditutup dengan pembacaan sholawat bersama dan ramah tamah antarjamaah, menandai awal perjalanan baru bagi pengurus Perempuan Bangsa Tutur periode 2025–2030
The post Ning Fitri : Pengurus Perempuan Bangsa Harus Menjadi Motor Penggerak Organisasi appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>The post Rumah adalah Madrasah Pertama : Pesan Ning Fitri di Parenting Sekolah Rakyat Pasuruan appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>“Rumah adalah Madrasah Ula, tempat pertama di mana anak-anak kita belajar nilai, akhlak, dan keteladanan sebelum mereka memasuki pendidikan formal,” ujar Ning Fitri di hadapan para peserta.
Ungkapan “Madrasah Ula” memperkuat pesan bahwa pendidikan dasar yang paling penting justru berlangsung di lingkungan keluarga, jauh sebelum seorang anak mengenal bangku sekolah.
Ning Fitri menjelaskan bahwa di era sekarang, tantangan pendidikan tidak hanya bersumber dari lingkungan sekolah, tetapi juga dari perkembangan teknologi dan media digital yang begitu dekat dengan anak-anak. Karena itu, orang tua harus hadir sebagai figur utama yang membimbing, mengarahkan, dan menjadi contoh.
Menurutnya, apa yang dilihat anak setiap hari di rumah akan membentuk pola pikir, sikap, dan karakter mereka. “Jika keluarga kuat, maka karakter anak pun akan kuat,” tegasnya.
Dalam paparannya, Ning Fitri menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang hangat dan terbuka dengan anak. Rumah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bercerita, bertanya, dan menemukan ketenangan.
“Saya mengajak para orang tua untuk membuka ruang dialog dengan anak-anak. Mereka membutuhkan pendampingan bukan hanya dalam belajar, tetapi juga dalam mengelola emosi dan menghadapi perkembangan zaman,” jelasnya.
Sebagai anggota Komisi E DPRD yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan sosial, Ning Fitri menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat program-program yang mendukung ketahanan keluarga. Ia menyambut baik inisiatif SRMP 28 Pasuruan yang secara konsisten mengadakan kegiatan parenting sebagai bagian dari proses pendidikan.
“Kami akan terus mendorong kegiatan seperti ini di berbagai daerah karena membangun generasi berkualitas harus dimulai dari keluarga,” ungkapnya.
Acara berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari para orang tua mengenai pola asuh, disiplin, hingga pendampingan belajar di rumah. Ning Fitri memberikan jawaban dengan pendekatan edukatif dan religius, disertai contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan keluarga sehari-hari.
Kegiatan parenting ditutup dengan pesan agar kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah terus diperkuat. Pihak sekolah mengapresiasi kehadiran Ning Fitri yang dinilai memberi semangat baru bagi orang tua dalam menjalankan peran pendidikan di rumah.
Dengan semangat “Rumah adalah Madrasah Ula”, SRMP 28 Pasuruan berharap semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa pendidikan sejati dimulai dari rumah.
The post Rumah adalah Madrasah Pertama : Pesan Ning Fitri di Parenting Sekolah Rakyat Pasuruan appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>The post Malam Tasyakuran 1 Abad NU Pasuruan, Ning Fitri Ajak Muslimat Perkuat Peran Umat appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB sekaligus Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pasuruan, Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I. atau Ning Fitri, turut hadir dan memberikan sambutan. Dalam kesempatan itu, ia mengajak Muslimat NU untuk terus memperkuat peran dalam kehidupan umat.
Menurut Ning Fitri, peringatan 1 Abad NU bukan hanya momentum syukur, tetapi juga pengingat agar seluruh warga NU semakin mantap dalam berkhidmat. “Selamat dan sukses atas Tasyakuran 1 Abad Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan. Semoga NU terus menjadi pelita umat, menjaga keutuhan bangsa, dan menebarkan kemuliaan sepanjang hayat,” ujar Ning Fitri.
Ia menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya di bidang dakwah, tetapi juga pada pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Muslimat NU harus hadir nyata di tengah masyarakat. Kita bisa bergerak melalui pendidikan, sosial, dan ekonomi agar peran perempuan NU semakin dirasakan manfaatnya oleh umat,” tegasnya.
Acara tasyakuran berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan tahlil, doa bersama, dan tausiyah kebangsaan. Para kiai dan tokoh NU mengingatkan kembali tentang peran NU dalam menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat persatuan bangsa, serta meneguhkan nilai hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman).
Sebagai organisasi yang telah berusia 100 tahun, NU dinilai mampu menjaga keseimbangan antara tradisi keagamaan dan tantangan zaman. Di Kabupaten Pasuruan, peringatan ini menjadi penguat semangat warga Nahdliyin untuk terus berkhidmat sepanjang hayat.
Ning Fitri berharap peringatan 1 Abad NU menjadi titik tolak baru bagi Muslimat NU untuk semakin aktif dalam pengabdian. “Satu abad perjalanan NU adalah modal besar untuk melangkah ke abad kedua. Mari kita bersama-sama membangun kemuliaan umat melalui peran nyata di masyarakat,” tuturnya.
Dengan semangat yang dibawa dalam peringatan ini, NU di Kabupaten Pasuruan diharapkan terus melahirkan generasi penerus yang tangguh, berkarakter, serta siap menjaga ajaran Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin.
The post Malam Tasyakuran 1 Abad NU Pasuruan, Ning Fitri Ajak Muslimat Perkuat Peran Umat appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>The post Jalankan Instruksi DPW PKB Jatim, Ning Fitri Hadirkan Jamaah Khataman Al-Qur’an appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>Kegiatan Khataman dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 05.00 – 11.00 WIB, bertempat di Masjid Darussalam, Jl. Gayungsari Timur No.33, Surabaya (Menanggal Blok MG.R). Setiap majelis terdiri dari minimal 25 jamaah, dengan susunan 5 hafidz/hafidzoh dan 20 mustami’, yang ditargetkan menyelesaikan bacaan 30 Juz Al-Qur’an sebelum salat Jumat.
Berdasarkan surat resmi bernomor 28244/DPW-25/01/VIII/2025, seluruh Fraksi PKB DPRD Provinsi serta DPC PKB se-Jawa Timur diwajibkan menghadirkan jamaah Khataman secara bergilir. Untuk pelaksanaan Jumat, 8 Agustus 2025, tugas tersebut diberikan kepada Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I. atau yang lebih dikenal sebagai Ning Fitri.
Melalui pesan WhatsApp, Ning Fitri menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan dan menyatakan komitmennya untuk menjalankannya secara maksimal.
“Terima kasih atas amanah yang diberikan. InsyaAllah kami siap melaksanakan proses Khataman Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tulis Ning Fitri.
Lebih lanjut, Ning Fitri juga memberikan pesan khusus kepada jamaah yang akan mengikuti Khataman pada hari Jumat.
“Saya berharap seluruh jamaah mengikuti kegiatan ini dengan niat yang ikhlas, hati yang khusyuk, dan semangat menjaga keberkahan. Ini bukan hanya ibadah pribadi, tapi bagian dari perjuangan spiritual bersama untuk membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an,” pesannya.
DPW PKB Jatim berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi gerakan keagamaan yang konsisten di tengah kehidupan politik, serta mempererat ukhuwah antara sesama kader dan masyarakat.
The post Jalankan Instruksi DPW PKB Jatim, Ning Fitri Hadirkan Jamaah Khataman Al-Qur’an appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>The post Fraksi PKB Soroti Pentingnya Penguatan Desa Wisata Budaya appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>Chusnunia mendorong pemerintah untuk lebih serius mendukung pengembangan wisata budaya berbasis desa. Ia menilai sektor ini sangat potensial dalam menarik wisatawan mancanegara dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
“Keberagaman budaya Indonesia yang tersebar di berbagai daerah tentunya merupakan potensi yang patut dimanfaatkan sebagai motor penggerak pariwisata dan perekonomian Indonesia,” ujarnya di Senayan, Jakarta, dalam sebuah forum kebijakan pariwisata.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku UMKM lokal, serta masyarakat adat dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pariwisata budaya yang inklusif. Komisi VII DPR RI pun siap memberikan dukungan dalam bentuk regulasi maupun anggaran.
Seruan ini dilontarkan dalam konteks berbagai program pembangunan desa wisata yang sedang berlangsung di berbagai daerah, terutama menjelang APBN akhir tahun 2025. Sejumlah kabupaten seperti Gianyar (Bali), Sleman (DIY), dan Wakatobi (Sulawesi Tenggara) menjadi contoh wilayah dengan potensi budaya yang kuat.
Menurut Chusnunia, pariwisata berbasis budaya mampu memberikan nilai plus lebih dibandingkan wisata massal. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dan memperkuat identitas nasional. “Pariwisata budaya dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, serta memberdayakan ekonomi lokal,” tegasnya.
Chusnunia mendesak pemerintah untuk membangun infrastruktur pendukung di desa-desa wisata budaya, mulai dari akses jalan, fasilitas publik, hingga pelatihan SDM lokal. Ia juga mendorong integrasi promosi digital untuk menjangkau pasar wisatawan global yang kini semakin tertarik pada pengalaman autentik.
Ia menambahkan bahwa DPR siap mengawali kebijakan ini melalui evaluasi program dan pengawasan anggaran. “Komitmen lintas sektor mutlak diperlukan agar wisata budaya tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional,” tutupnya.
The post Fraksi PKB Soroti Pentingnya Penguatan Desa Wisata Budaya appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>The post Perangi Beras Oplosan, Hindun Anisah Minta Aparat Tak Pandang Bulu appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>Pernyataan itu disampaikan Hindun sebagai respons atas meningkatnya keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran beras oplosan yang tidak hanya menjangkau konsumen tetapi juga merusak ekosistem pangan nasional. Menurutnya, praktik semacam ini merupakan bentuk kejahatan pangan yang merugikan petani, pedagang jujur, dan rakyat kecil.
“Siapa pun yang terlibat dalam praktik beras oplosan harus ditindak tegas tanpa memandang bulu. Jangan beri ruang bagi mafia pangan yang merusak kesejahteraan petani dan merugikan rakyat kecil,” tegas Hindun dalam pernyataannya di Parlemen Kompleks Senayan, Jakarta.
Peredaran beras oplosan yaitu melakukan praktik mencampur beras kualitas rendah dengan beras premium lalu menjualnya seolah-olah berkualitas tinggi merupakan pelanggaran terhadap prinsip perdagangan yang jujur. Konsumen yang dirugikan secara finansial, sementara petani yang menjual hasil panennya secara adil mengalami tekanan harga yang tidak wajar.
Hindun mendesak agar aparat penegak hukum dan instansi pengawas seperti Satgas Pangan, Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional tidak ragu-ragu menindak pelaku, termasuk jika melibatkan oknum dalam rantai distribusi resmi.
Penindakan terhadap pelaku oplosan beras tidak hanya mencakup persoalan perlindungan konsumen, tetapi juga menyentuh aspek kedaulatan pangan nasional. “Kalau mafia beras dibiarkan, kita akan terus mengalami krisis kepercayaan terhadap sistem distribusi pangan,” ujar Hindun.
Hindun mendorong agar dilakukan pemantauan ketat terhadap jalur distribusi beras, transparansi rantai pasok, serta penggunaan teknologi penelusuran mutual pangan. Ia juga meminta pemerintah memperkuat posisi petani dan pelaku usaha kecil yang menjadi korban dari permainan harga dan kualitas oleh pelaku oplosan.
Dengan langkah yang tegas dan terkoordinasi, Hindun yakin praktik beras oplosan dapat dilakukan. “Kita memerlukan keberanian politik untuk menertibkan ini. Negara harus hadir melindungi rakyat dari praktik yang mencederai keadilan ekonomi,” tutupnya.
The post Perangi Beras Oplosan, Hindun Anisah Minta Aparat Tak Pandang Bulu appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>The post Dukung Gagasan Menko PM, Nihayatul Dorong Magang Nasional untuk Serap Tenaga Kerja appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>Dalam pernyataan resminya, Nihayatul, yang akrab disapa Ninik, menilai bahwa skema magang merupakan jalan tengah yang realistis dan progresif di tengah berbagai tantangan ketenagakerjaan nasional. Ia menekankan bahwa magang bukan sekadar soal menambah pengalaman kerja, namun juga menjadi jembatan nyata antara dunia pendidikan dan dunia industri.
“Magang bukan hanya soal menambah pengalaman kerja, tapi juga jembatan nyata antara dunia pendidikan dan dunia industri. Ini adalah langkah solutif dan strategi untuk memangkas angka kemiskinan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul dukungan Ninik terhadap gagasan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, yang mendorong skema magang sebagai strategi penyerapan tenaga kerja nasional. Menurutnya, program magang yang sistematis dan terintegrasi akan mempercepat proses adaptasi pendidikan ke dalam kebutuhan dunia kerja.
“Dengan adanya skema magang yang diakui dan dibina secara nasional, kita dapat menjawab kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Ini penting agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Dalam konteks saat ini, di mana tingkat kemiskinan terbuka di kalangan usia muda masih tinggi, terutama lulusan perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan, skema magang dianggap sebagai solusi jangka pendek dan menengah yang efisien. Program ini, menurut Ninik, juga akan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor industri.
Dukungan ini juga menjadi bagian dari komitmen Fraksi PKB di DPR RI untuk mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang responsif terhadap dinamika pasar kerja. PKB menilai bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja dan keterhubungan langsung dengan dunia usaha merupakan kunci menekan angka kemiskinan secara signifikan.
Sebagai tindak lanjutnya, Komisi IX DPR RI akan mengawali kebijakan terkait program magang agar berjalan efektif, terukur, dan tidak menimbulkan eksploitasi terhadap peserta magang. Peraturan perundang-undangan dan pengawasan akan difokuskan pada kepastian hak-hak peserta serta kualitas pengalaman kerja yang diberikan.
Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia mampu mencetak generasi kerja yang tidak hanya terampil tetapi juga siap bersaing di era globalisasi ekonomi dan industri.
The post Dukung Gagasan Menko PM, Nihayatul Dorong Magang Nasional untuk Serap Tenaga Kerja appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>The post Ning Fitri: Pasuruan Butuh Akses Pendidikan dan Kesehatan yang Merata appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>Dalam bidang pendidikan, Ning Fitri menemukan bahwa masih banyak sekolah dan madrasah yang membutuhkan rehabilitasi fisik. Selain bangunan yang kurang layak, beberapa wilayah terpencil juga masih belum memiliki akses internet yang memadai, sehingga menghambat proses pembelajaran berbasis digital yang kini semakin dibutuhkan.
“Kita tidak bisa bicara pemerataan kualitas pendidikan jika infrastruktur dasar seperti gedung dan internet belum tersedia secara merata,” ungkap Ning Fitri kepada media.
Di sektor kesehatan, sejumlah puskesmas dilaporkan masih mengalami kekurangan tenaga medis dan alat kesehatan modern. Masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait minimnya layanan kesehatan jiwa, yang semakin dibutuhkan pasca pandemi.
“Pandemi menyisakan dampak psikologis yang tidak ringan. Kita harus hadir dengan layanan kesehatan jiwa yang nyata hingga ke tingkat desa,” tegas Ning Fitri.
Masalah sosial dan perlindungan anak juga menjadi perhatian. Ning Fitri menemukan adanya anak-anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi. Ia menilai kondisi ini harus segera direspons melalui intervensi sosial dan program beasiswa pendidikan yang tepat sasaran.
“Anak-anak kita harus diselamatkan dari jeratan kemiskinan struktural. Negara tidak boleh abai,” lanjutnya.
Melalui hasil kunjungan ini, Ning Fitri berkomitmen untuk membawa aspirasi masyarakat Pasuruan ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa Komisi E DPRD Jatim akan mendorong agar persoalan ini segera masuk dalam prioritas kebijakan daerah.
The post Ning Fitri: Pasuruan Butuh Akses Pendidikan dan Kesehatan yang Merata appeared first on DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
]]>