Jakarta — Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi kekuatan baru dalam menggerakkan ekonomi rakyat. Hal tersebut disampaikan dalam acara Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025 di Jakarta, yang menghadirkan 20 satuan pelayanan pemenuhan gizi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Gus Muhaimin menuturkan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar benar-benar berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi lokal. Ia menekankan bahwa dapur MBG tidak boleh sekadar menjadi tempat pengolahan makanan, melainkan harus menjadi ruang yang menghubungkan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan pangan utama.
“Pemerintah memastikan dapur SPPG menjadi penggerak ekonomi lokal. MBG bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi juga tentang bagaimana rakyat mendapatkan manfaat langsung,” tegasnya.
Gus Muhaimin juga mengingatkan agar seluruh SPPG tidak menggunakan bahan pangan impor dalam produksi MBG. Menurutnya, banyak pelaku penyedia pangan kerap tidak sadar memakai tepung impor dalam bahan baku, padahal karbohidrat dan protein dapat dipenuhi dari produk lokal daerah masing-masing.
“Jangan sekali-kali menggunakan bahan impor. Tepung saja masih banyak yang impor tanpa disadari. Padahal setiap daerah memiliki hasil pertanian yang melimpah dan bisa menjadi basis produksi MBG,” jelasnya.
Acara Inspiradaya 2025 kemudian menampilkan 20 SPPG terpilih yang dianggap berhasil menghadirkan inovasi dalam pengelolaan dapur, penyediaan pangan local sourcing, standar kebersihan, hingga pemberdayaan kelompok perempuan dan UMKM. Para penerima penghargaan ini dinilai mampu menunjukkan bahwa program MBG dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.
Gus Muhaimin mendorong seluruh daerah untuk meniru praktik baik tersebut.
“Tiru 20 SPPG ini. Mereka telah membuktikan bahwa pelayanan gizi dapat mendorong ekonomi tumbuh dari desa dan kecamatan,” ujarnya.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari agenda nasional untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari. Melalui ribuan dapur SPPG yang tersebar di seluruh wilayah, pemerintah berharap program ini meningkatkan kesehatan siswa sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
Dengan dorongan kuat dari pemerintah dan kolaborasi masyarakat, MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi generasi muda, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan produk lokal.
