Aceh Tamiang — Sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Sumatera, khususnya di Aceh Tamiang, mengalami kelumpuhan total pascabencana banjir besar yang melanda beberapa hari terakhir. Kerusakan yang terjadi meliputi lumpurnya ruang pelayanan, rusaknya obat-obatan, hingga terganggunya pasokan air bersih serta minimnya tenaga medis yang dapat bertugas. Kondisi ini membuat layanan kesehatan tidak dapat beroperasi secara normal dan mempersulit masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.
Situasi memprihatinkan tersebut mendapat perhatian serius dari Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M. Hasanuddin Wahid. Dalam keterangannya, ia mengaku sangat prihatin melihat kondisi rumah sakit dan fasilitas vital lainnya di Aceh Tamiang dan beberapa daerah terdampak lainnya.
“Saya sangat prihatin melihat kondisi rumah sakit dan objek vital lain di Aceh Tamiang serta beberapa daerah lain. Sampai sekarang masih belum bisa digunakan,” ujarnya.
Melihat kondisi darurat tersebut, Hasanuddin Wahid secara tegas menginstruksikan seluruh kader PKB, terutama yang tinggal paling dekat dengan lokasi bencana, untuk segera turun tangan membantu proses pemulihan. Ia menekankan pentingnya aksi cepat, khususnya dalam tahap pembersihan dan penggalangan bantuan bagi faskes-faskes yang lumpuh.
“Karena itu, saya minta seluruh kader PKB, terutama yang tinggal paling dekat dengan lokasi bencana, untuk segera menggalang aksi bersih-bersih,” tegasnya.
Di lapangan, banjir besar diketahui merendam sejumlah ruang perawatan, UGD, hingga gudang penyimpanan obat. Banyak obat-obatan yang tidak lagi layak digunakan akibat terendam air dan lumpur. Selain itu, beberapa alat kesehatan rusak berat dan membutuhkan perbaikan sebelum faskes dapat beroperasi normal kembali. Sementara itu, akses air bersih—yang sangat dibutuhkan untuk layanan medis—belum sepenuhnya pulih.
Selain kerusakan fisik, kekurangan tenaga medis juga menjadi masalah mendesak. Banyak tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak banjir sehingga tidak dapat bertugas, sementara pasien yang membutuhkan layanan tetap meningkat.
PKB menegaskan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, dan jaringan kemanusiaan untuk mempercepat pemulihan faskes yang lumpuh. Upaya bersama ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi layanan kesehatan, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan penanganan medis yang layak di tengah masa pemulihan bencana.
