Jakarta, Agustus 2025 — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari, menegaskan pentingnya langkah konkret dari pemerintah dalam merealisasikan target bauran energi nasional sebesar 35% dari energi baru dan terbarukan (EBT). Menurutnya, percepatan pembangunan pembangkit EBT di Indonesia tidak bisa terus-menerus menjadi wacana jangka panjang tanpa adanya upaya nyata.
Dalam pernyataannya, Ratna Juwita Sari menyebutkan bahwa segala aspek penunjang seperti kesiapan teknologi, ketersediaan sumber daya, hingga komitmen politik saat ini sudah memadai. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian politik dan kebijakan yang lebih progresif untuk mempercepat realisasi target tersebut.
“Kalau memang serius, pemerintah harus bisa mewujudkannya mulai tahun ini. Kesiapan teknologi, sumber daya, dan komitmen politik semuanya sudah tersedia. Tinggal bagaimana kemauan dan kebijakan didorong lebih progresif,” tegas Ratna.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar target 35% pembangkit EBT tidak terus dijadikan sebagai visi jangka panjang yang menggantung tanpa arah pencapaian yang pasti.
“Target 35% pembangkit EBT jangan terus-menerus dijadikan visi jangka panjang tanpa upaya percepatan yang konkret,” tambahnya.
Ratna Juwita menilai bahwa akselerasi pembangunan EBT bukan hanya penting untuk mewujudkan ketahanan energi nasional, tetapi juga bagian dari komitmen Indonesia dalam menanggulangi perubahan iklim global. Ia pun menekankan bahwa penantian hingga tahun 2030 untuk mencapai target tersebut terlalu lama, dan justru berisiko memperlambat transisi energi nasional.
Dengan mengusung semangat “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” Ratna Juwita berharap pemerintah mampu mengambil langkah strategis yang berpihak pada keberlanjutan dan masa depan energi hijau Indonesia.
