Jakarta – Ketua Umum Abdul Muhaimin Iskandar menerima kunjungan delegasi Malaysian Chinese Association (MCA) di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, menandai komitmen bersama dalam memperkuat hubungan antarpartai lintas negara.
Dalam kesempatan itu, sosok yang akrab disapa Gus Muhaimin menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi MCA. Ia menilai pertemuan ini menjadi langkah positif dalam membangun komunikasi yang lebih erat, sekaligus memperkuat hubungan bilateral melalui jalur politik dan kebudayaan.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bagian dari upaya saling mengenal lebih dekat. Ini bukan hanya soal hubungan antarpartai, tetapi juga mempererat persaudaraan antarbangsa,” ujar Gus Muhaimin dalam keterangannya.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka terkait berbagai isu strategis, termasuk penguatan demokrasi, toleransi, serta peran partai politik dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Kedua pihak sepakat bahwa nilai pluralitas harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Gus Muhaimin menegaskan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan dalam keberagaman budaya, agama, dan etnis. Oleh karena itu, menurutnya, penting bagi partai politik di kedua negara untuk terus mendorong dialog yang konstruktif dan inklusif.
“Kita memiliki tantangan yang hampir serupa dalam mengelola keberagaman. Dialog seperti ini menjadi penting agar kita bisa saling belajar dan memperkuat nilai toleransi,” katanya.
Delegasi MCA dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan pandangannya terkait dinamika politik di Malaysia serta peluang kerja sama di berbagai sektor. Mereka mengapresiasi sambutan yang diberikan oleh PKB dan berharap hubungan yang terjalin dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama konkret di masa mendatang.
Silaturahmi ini menjadi cerminan bahwa hubungan antarpartai politik tidak hanya berfokus pada kepentingan domestik, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan internasional. Selain itu, pertemuan ini menunjukkan bahwa dialog lintas negara dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat nilai kebersamaan dan saling pengertian.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan kerja sama antara PKB dan MCA dapat terus berkembang, tidak hanya dalam konteks politik, tetapi juga sosial dan budaya. Semangat pluralitas dan dialog terbuka yang ditunjukkan menjadi pesan penting bagi upaya menjaga harmoni di tengah keberagaman global.
