Surabaya – Banyaknya jemaah haji lanjut usia (lansia) asal Jawa Timur pada musim haji tahun ini menjadi perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dra. Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I, yang menyoroti pentingnya layanan kesehatan yang menyeluruh dan berkualitas bagi para jemaah, khususnya kelompok lansia.
Menurut data yang dihimpun, sebanyak 33.035 jemaah asal Jawa Timur mendapatkan porsi keberangkatan haji tahun ini. Dari jumlah tersebut, 1.758 orang merupakan jemaah dengan lansia prioritas. Angka ini dinilai cukup besar dan perlu mendapat perhatian ekstra, mengingat usia yang tidak lagi muda membuat mereka lebih rentan terhadap gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji di tanah suci.
“Fraksi PKB meminta kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar memberikan perhatian serius terhadap layanan kesehatan bagi jemaah haji, terutama yang berusia lanjut. Mereka membutuhkan layanan yang menyeluruh, tidak hanya saat di tanah air, tetapi juga selama di tanah suci,” ujar Ning Fitri dalam keterangannya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran ibadah haji, pemerintah juga mengirimkan 237 Petugas Haji Daerah (PHD) untuk mendampingi dan melayani kebutuhan para jemaah asal Jawa Timur. Selain itu, ada pula 102 orang pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan umrah (KBIHU) yang ditugaskan untuk memberikan panduan ibadah kepada para jemaah.
Ning Fitri menambahkan kehadiran petugas dan pembimbing sangat penting, namun tidak cukup jika tidak dibarengi dengan fasilitas kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, PKB mendorong agar setiap kloter jemaah dilengkapi dengan tenaga medis, obat-obatan, serta akses cepat terhadap layanan darurat.
“jemaah lansia memerlukan perhatian khusus. Kita tidak ingin pelayanan kesehatan terganggu hanya karena keterbatasan layanan kesehatan. PKB akan terus mengawal dan memastikan agar hak jemaah, khususnya lansia, benar-benar terpenuhi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aida juga menekankan pentingnya pendidikan dan bimbingan kesehatan sejak sebelum keberangkatan. Menurutnya, pembekalan fisik dan mental jauh hari sebelum haji menjadi kunci agar jemaah lansia dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan khusyuk.
Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, khususnya DPRD dan Fraksi PKB, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman, terutama bagi para lansia yang menjadi pelayanan prioritas.
