Negara Wajib Hadir! PKB Tegaskan Perlindungan Kesehatan Jemaah Lansia

Spread the love

Jakarta – Menjelang keberangkatan jemaah haji Indonesia kloter I pada Jumat (2/5/2025), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menyampaikan menyampaikan atas tingginya jumlah jemaah haji lanjut usia (lansia) yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. dia meminta kepada pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama, agar memastikan layanan kesehatan bagi para jemaah, terutama lansia, dilakukan secara menyeluruh dan berkualitas.

Neng Eem menyebutkan bahwa mayoritas jemaah haji Indonesia tahun ini tergolong usia lanjut. Kondisi ini memerlukan perhatian dan penanganan khusus agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan tetap menjaga kondisi kesehatannya.

“Pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berkualitas sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan nyaman. Terlebih banyak jemaah kita yang lanjut usia dan memerlukan pendampingan serta perhatian khusus,” ujar Neng Eem dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, pemerintah harus menempatkan layanan kesehatan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025. Hal ini tidak hanya mencakup kesiapan tenaga medis dan fasilitas kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan sebelum keberangkatan dan selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

dia menekankan bahwa kesehatan jemaah lansia harus diawasi secara ketat sejak keberangkatan dari embarkasi, selama perjalanan, hingga berada di Tanah Suci. Dengan beban fisik dan psikologis yang lebih besar, jemaah lansia sangat rentan mengalami kelelahan, dehidrasi, hingga komplikasi penyakit bawaan.

“Kita ingin memastikan bahwa para jemaah, terutama yang berusia lanjut, dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan khusyuk tanpa terganggu oleh masalah kesehatan yang seharusnya dapat dicegah,” tegasnya.

Fraksi PKB juga meminta agar pendampingan jemaah lansia diperkuat, baik melalui tenaga pendamping profesional maupun petugas kesehatan yang siap siaga. Program pendampingan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan mengurangi beban fisik dan mental para lansia selama menjalani ibadah.

“Kami mendorong adanya pelatihan khusus bagi para pendamping jemaah lansia, termasuk pelatihan pertolongan pertama dan cara menangani kondisi darurat medis,” tambah Neng Eem.
Fraksi PKB berharap pemerintah serius memperhatikan kebutuhan jemaah lansia, mengingat kelompok ini makin mendominasi daftar peserta haji setiap tahunnya. Dukungan penuh dari negara dalam bentuk layanan kesehatan yang dinilai optimal sebagai bentuk perlindungan dan penghormatan terhadap hak jemaah dalam beribadah.

“Pemerintah harus hadir secara nyata dalam memastikan ibadah haji berjalan lancar, aman, dan sehat, terutama bagi para lansia,” tutupnya.

Tim Redaksi I

Learn More →