Komitmen Cak Imin Hadirkan Program Solutif Berbasis Aspirasi

Spread the love

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI), Abdul Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin , menegaskan komitmennya untuk menyusun program-program solutif yang benar-benar diperlukan dari kebutuhan rakyat. Dengan mengusung semangat “Dari Masyarakat, Untuk Masyarakat” , Menko PMK RI menggagas pendekatan berbasis aspirasi publik demi mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan merata.
Komitmen ini disampaikan Cak Imin saat menggelar uji publik di Jakarta pada Kamis (24/4), yang melibatkan berbagai elemen strategi masyarakat. Mulai dari pelaku usaha, akademisi, kalangan profesional, hingga media, semua dilibatkan dalam forum terbuka untuk menyampaikan masukan dan kritik konstruktif terhadap program yang sedang dan akan dijalankan oleh Kemenko PMK.
“ Kemenko PMK RI berkomitmen menyusun program solutif demi kesejahteraan masyarakat, dengan menyerap masukan melalui uji publik bersama pelaku usaha, akademisi, profesional, dan media, agar program yang dihasilkan tepat sasaran dan bermanfaat ,” ujar Gus Imin
Pendekatan partisipatif ini menjadi langkah baru yang menandai transformasi dalam tata kelola kebijakan pemerintah. Tidak lagi top-down, melainkan bottom-up—dimulai dari mendengarkan langsung suara rakyat, ditampung dalam forum formal, kemudian diolah menjadi program nyata dan terukur.
Cak Imin menilai, dalam era keterbukaan dan partisipasi publik yang tinggi seperti saat ini, tidak ada cara lain untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif selain dengan melibatkan langsung masyarakat dalam setiap proses perumusannya.
“ Jika kita ingin program pemerintah berjalan efektif, maka masyarakat harus diajak bicara sejak awal. Jangan setelah program jalan, baru kita evaluasi ketika sudah tidak sesuai kebutuhan. Inilah pentingnya uji publik ,” tegasnya.
Kebijakan berbasis aspirasi ini juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs), di mana masyarakat Ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Dengan demikian, program-program yang lahir dari proses ini akan memiliki daya tahan, legitimasi, dan dampak jangka panjang.
Kegiatan uji publik yang digelar Kemenko PMK RI ini juga mendapat respons positif dari peserta. Beberapa penipu dan pelaku usaha menyampaikan apresiasi atas kesediaan pemerintah untuk membuka ruang dialog dan mendengar secara aktif. “ Langkah ini sangat progresif. Harus menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lainnya ,” ujar salah satu peserta dari kalangan akademisi.
Sebagai penutup, Cak Imin menegaskan bahwa seluruh masukan dari uji publik ini akan diolah secara sistematis oleh tim Kemenko PMK RI, dan akan menjadi bagian penting dalam penyusunan roadmap program-program unggulan yang ditujukan untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan daya saing SDM Indonesia.
Dengan semangat “Dari Masyarakat, Untuk Masyarakat” , Cak Imin membuka babak baru dalam pembangunan nasional yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan—mengembalikan arah kebijakan pada akar utama: rakyat.

Tim Redaksi I

Learn More →