PKB Soroti Maraknya Konten Sensual di Film Digital, Minta Pengawasan Diperketat

Spread the love

Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyoroti maraknya film digital bermuatan sensualitas yang dinilai semakin mendominasi ruang digital. Fenomena ini dianggap sebagai alarm serius karena berpotensi mengikis nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa.

Legislator PKB, Iman Sukri, menegaskan bahwa konten hiburan seharusnya tidak hanya mengejar popularitas, tetapi juga mencerminkan norma dan nilai yang hidup di masyarakat. Ia mengingatkan bahwa ruang digital bukan wilayah tanpa batas yang bebas dari tanggung jawab sosial.

“Konten hiburan seharusnya mencerminkan nilai dan jati diri bangsa, bukan justru mengikisnya. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Iman Sukri.

Menurutnya, negara tidak boleh abai terhadap perkembangan konten digital yang semakin beragam. Ia meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan terhadap platform digital, terutama yang menayangkan film atau konten hiburan yang mudah diakses publik.

Iman menekankan bahwa kebebasan berekspresi tetap harus dihormati, namun tidak boleh dijadikan alasan untuk melanggar norma, etika, dan nilai budaya. Pengawasan yang ketat diperlukan agar ruang digital tetap sehat dan edukatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Komdigi harus hadir lebih aktif. Kebebasan berekspresi jangan sampai digunakan untuk menabrak norma dan nilai budaya yang kita junjung,” tegasnya.

PKB menilai, tanpa pengawasan yang memadai, konten bermuatan sensualitas dapat berdampak negatif terhadap perilaku sosial, terutama di kalangan anak muda yang menjadi pengguna terbesar platform digital saat ini.

Oleh karena itu, selain pengawasan dari pemerintah, PKB juga mendorong adanya kolaborasi dengan penyedia platform digital untuk memastikan adanya sistem kurasi dan pembatasan konten yang lebih ketat. Edukasi literasi digital kepada masyarakat juga dinilai penting agar publik mampu memilah dan memilih konten yang sehat.

PKB memastikan akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari upaya menjaga moralitas publik serta memperkuat karakter bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi.

Tim Redaksi I

Learn More →